Berita Viral

VIRAL Tiba-tiba Terdengar Dentuman Keras di Jawa Tengah, BMKG: Bukan Gempa Tektonik

adan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melakukan pengecekan terhadap gelombang seismik dari seluruh sensor gempa

Editor: Didik Triomarsidi
Twitter
Tangkapan layar trending topic Twitter soal dentuman 

Editor : Didik Trio Marsidi

BANJARMASINPOST.CO.ID - Dini hari tadi, Senin (11/5/2020) tepatnya antara pukul 00.45 hingga 01.15 WIB warga Jawa Tengah mendengar suara dentuman yang cukup kencang. Suara dentuman tersebut diduga berasal dari kejadian gempa tektonik.

Menanggapi isu tersebut, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melakukan pengecekan terhadap gelombang seismik dari seluruh sensor gempa BMKG yang tersebar di Jawa Tengah.

Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr Daryono, hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada catatan aktivitas gempa yang terjadi di Jawa Tengah.

"Sehingga kami memastikan sumber suara dentuman tersebut tidak berasal dari gempa tektonik," kata Daryono dalam keterangan tertulisnya.

Kehabisan Uang & Jadi Gelandangan, Bule Ini Ngamuk di Kantor Satpol PP karena Telat Sarapan

Jokowi Sebut Soal Covid-19 Terkait Kepulangan 34 Ribu WNI Pekerja Migran pada Mei-Juni

Dipastikan Cair 10 Hari Sebelum Lebaran, Ini Perbedaan Besaran THR dan Gaji ke-13 PNS

Hal itu dikarenakan jika sebuah aktivitas gempa sampai mengeluarkan bunyi ledakan, artinya kedalaman hiposenter gempa tersebut sangat dangkal dan dekat permukaan. Jika itu terjadi, maka akan tercatat oleh sensor gempa.

Saat ini BMKG mengoperasikan lebih dari 22 sensor gempa dengan sebaran yang merata di Jawa Tengah.

Jjika terjadi gempa di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya, maka dipastikan gempa tersebut akan terekam untuk selanjutnya diproses untuk kami tentukan magnitudo dan lokasi titik episenternya untuk diinformasikan kepada masyarakat.
Bunyi ledakan gempa hanya sekali

Daryono juga menjelaskan bahwa bunyi ledakan akibat gempa sangat dangkal lazimnya hanya terjadi sekali saat terjadi patahan batuan, dan tidak berulang-ulang.

Seperti halnya peristiwa gempa dangkal yang mengeluarkan dentuman keras di Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang pada 17 Februari 2014.

Gempa Lereng Merbabu saat itu memiliki magnitudo M 2,7 terjadi pagi hari pukul 06.01.19 WIB. Episenternya terletak pada koordinat 7,39 LS dan 110,48 BT dengan kedalaman 3 km.

Seperti yang dilaporkan warga Desa Sumogawe, gempa yang merusak beberapa rumah ini diikuti suara dentuman keras hingga membuat warga resah dan khawatir Gunung Merbabu akan meletus.
Penyebab suara dentuman saat gempa

Daryono menyebutkan ada beberapa kemungkinan penyebab suara dentuman saat terjadi gempa.

Pertama, fenomena dentuman saat gempa dapat terjadi jika gempa memicu gerakan tanah berupa rayapan tiba-tiba dan sangat cepat di bawah permukaan.

Kedua, kemungkinan lain berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif.

Dalam hal ini ada mekanisme dislokasi batuan yang menyebabkan pelepasan energi berlangsung secara tiba-tiba dan cepat hingga menimbulkan suara ledakan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved