Berita Banjarmasin

Ngadu ke DPRD Kalsel, Pekerja Informal Minta Pemerintah Serius Akhiri Covid-19

Belasan orang perwakilan dari Forum Komunikasi Pekerja Informal Terdampak Covid-19 mendatangi Gedung Kantor DPRD Kalsel

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Para perwakilan Forum Komunikasi Pekerja Informal mengadu ke DPRD Kalsel. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Belasan orang perwakilan dari Forum Komunikasi Pekerja Informal Terdampak Covid-19 mendatangi Gedung Kantor DPRD Provinsi Kalsel, Rabu (13/5/2020).

Berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan termasuk pengemudi taksi daring, tukang pijat, guru privat dan yang lainnya, mereka mengadu ke Komisi IV Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Provinsi Kalsel.

Dalam forum yang dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, H M Lutfi Saifuddin ini, perwakilan pekerja informal dipertemukan langsung dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel.

Mereka sampaikan sederet keluhan, diantaranya menpertanyakan keseriusan upaya Pemerintah dan GTPP Covid-19 Kalsel untuk bisa segera mengakhiri pandemi Covid-19 di Kalsel.

Jokowi Sebut Soal Covid-19 Terkait Kepulangan 34 Ribu WNI Pekerja Migran pada Mei-Juni

Kisah Anak dari PDP Covid-19 di Kabupaten Banjar, Dapat Stigma Negatif & Dipecat dari Pekerjaannya

Pandemi Covid-19, 11 Perusahaan di Tabalong Terdampak, 113 Karyawan di PHK

Salah satu perwakilan pekerja informal, Muslim mengatakan pihaknya para pekerja informal juga menjadi salah satu kalangan masyarakat yang sangat terdampak dengan kondisi pandemi Covid-19 yang belum juga menunjukkan tren perlambatan.

Semakin lamanya kondisi pandemi berlangsung menurut Muslim dipastikan makin menyengsarakan kalangan pekerja informal.

Apalagi menurutnya, tidak semua kalangan pekerja informal bisa dengan mulus mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah kabupaten/kota.

"Bagaimana Keseriusan pemerintah terhadap penanganan ini Karena masih banyak OTG yang di rumah karantina mandiri tidak ditangani secara langsung. Ini jadi prihatin kami seberapa lama sih Covid-19 ini, seolah olah tidak ada keseriusan. Karena kami pekerja informal kami terdampak begitu lama. Sementara kami andalkan pendapatan perhari," kata Muslim.

Wakil Ketua GTPP Covid-19 Kalsel, Hanif Faisol, mengatakan GTPP Covid-19 Kalsel saat ini mengambil alih secara penuh penanganan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 termasuk yang tak bergejala.

Dijelaskan Hanif, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tak bergejala seluruhnya di rawat dan ditangani di fasilitas karantina khusus Provinsi Kalsel, diantaranya di Ambulung dan Bapelkes Banjarbaru.

Hal ini menurut Hanif dilakukan agar standar penanganan dan penyembuhan pasien Covid-19 tak bergejala bisa dilakukan dengan maksimal dan menggenjot angka kesembuhan kasus Covid-19.

"Semua positif dikarantina di fasilitas karantina Provinsi, tidak ada yang lain karantina isolasi mandiri untuk yang positif. Karantina bukan semacam pengungsian, tapi selevel hotel melati 3. Jadi mereka senang, ada motivator, penjaga gizi, dokter paru dan yang lainnya," kata Hanif.

Dimana sudah ada 95 orang penderita Covid-19 tanpa gejala yang dikarantina di fasilitas karantina khusus di Ambulung dan Bapelkes Banjarbaru, Rabu (13/5/2020).

Pihaknya menyiapkan total kapasitas karantina khusus hingga 1.000 tempat tidur.

Dampak Corona, Ini Kisah Sedih Pekerja di Banjarmasin Di-PHK Tanpa Pesangon

Video Tangis Ratusan Karyawan Ramayana yang Di-PHK Imbas Wabah Virus Corona Viral

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved