Berita Banjarbaru

Pekerja di Kalsel Cari Peluang Mudik, Calo Rapid Test Berkeliaran

Pekerja di Kalsel yang akan mudik lewat bandara bawa dokumen lengkap ditawari seseorang diduga calo yang bisa urus tiket pesawat dan rapid test.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/NURHOLIS HUDA
Rombongan pekerja putus kontrak yang akan melakukan perjalanan pulang kampung via transportasi udara di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Selasa (19/5/2020). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sebanyak 15 orang mengaku pekerja proyek dari Tanjung, Kabupaten Tabalong, tiba di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa (19/5/2020). 

Mereka datang untuk pulang kampung ke Bandung, Jawa Barat.

Tetapi karena penerbangan langsung ke Bandung memang tidak ada, maka mereka mengincar penerbangan ke Jakarta.

"Saya bersama 14 teman mau ke Bandung, melalui Jakarta dulu. Karena penerbangan langsung ke Bandung tidak ada. Kami dari perusahaan di Kabupaten Tabalong sana, habis kontrak, kemudian dilengkapi hasil rapid test, keterangan sehat dan keterangan dari Ketua RT dan Lurah," urai Putra, seorang  di antara rombongan, kepada Banjarmasinpost.co.id.

Dia tampak sibuk menyusun dokumen dan menyerahkannya ke petugas.

MUI Sebut Pemerintah Larang Shalat Jumat Tapi Biarkan Orang Berkumpul di Mal dan Bandara

Bandara Soetta Siapkan Protokol New Normal Beroperasi saat Pandemi Corona, Apa itu?

Hadapi Pemudik Posko Perbatasan di Tabalong Ditambah dan Diperketat, Begini Penjelasan Bupati

Lima Calon Pemudik Gagal Berangkat dari Pelabuhan Batulicin Kabupaten Tanbu

Sosialisasi Larangan Mudik Lewat Lagu, Kapolres Tabalong Ikut Nyanyi

"Dapat dokumen ini semua, diuruskan perusahaan, termasuk tiket yang bayari teman. Karena kami buruh bangunan dan sudah selesia kontrak, maka kami difasilitasi test rapid test dan dokumen bahwa kami habis kontrak dan dipulangkan," kata Putra.

Masih dia menjelaskan, sudah bekerja di Kabupaten Tabalong sudah enam bulan. "Jadi kalau ditanya petugas ngecek. Ya saya tinggal tujukkan dokumen ini, bahwa dites rapid test juga sudah," sebutnya.

Diketahui saat itu, penerbangan ke Jakarta masih ada. Kalau ke Surabaya, tiket sudah habis terjual. Mencari tiket dionline untuk penerbangan ke Surabaya pun, Rabu (20/5/2020), Kamis (21/5/2020) dan Jumat (21/5/2020) sudah tidak ada lagi.

Pada aplikasi diminta untuk memilih hari lain selain tanggal tersebut. Sekalipun ada, maka dijual harga mahal. Dan bahkan bisa dipermainkan oleh calo.

Sementara itu, calo tiket terungkap saat menawarkan dokumen beres dengan harga Rp 1,7 juta ke Surabaya.

"Nanti dokumen lurah Rt bisa saja diurus. Untuk rapid test, Rp 350.000. Urus rapid testnya dekat bandara sini saja," ujar seorang lelaki yang diduga calo dan menawarkan jasanya.

Sang calo pun menyarankan nanti kalau ditanya petugas, bisa alasan jualan. "Kalau ditanya petugas tujuan ke Surabaya, alasan jualan saja. Jangan bilang mau pulang kampung," kata si lelaki yang sama.

( Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved