Berita Tanahlaut

Lansia Miskin di Angsau Terharu Didatangi Pengurus LDII Kabupaten Tala

Keluarga besar Lembaga Dakwah Islam (LDII) Kabupaten Tala mereka menyalurkan bantuan paket sembako untuk lansia miskin.

Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Alpri Widianjono
ANTON KUSWOYO UNTUK BPOST GROUP
Keluarga besar LDII Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan, menyalurkan sembako kepada warga miskin di Kelurahan Angsau, tiga hari lalu 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Garis suratan tangan tak seorang pun tahu. Ikhlas dan sabar lah yang mesti dimaknai ketika jalan hidup begitu berliku dan penuh kubangan kesahajaan.

Itulah pula jalan kehidupan Tumilah. Perempuan tua 80-an tahun warga Kelurahan Angsau, Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), ini tetap sabar meski hidup sendirian dalam keternatasan di rumah kayunya yang reot.

Kesehariannya, ia jalani seorang diri. Mulai memasak hingga mengurus kebutuhan hariannya. Pemenuhan kebutuhan hidupnya selama ini hanya mengandalkan bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah dan bantuan dari anaknya yang tak seberapa.

Maklum, anak Tumilah juga hidup pas-pasan. Apalagi sang anak adalah seorang single parent (janda) dan tak muda lagi (50-an tahun).

Kesahajaan kehidupan Tumilah memantik empati keluarga besar Lembaga Dakwah Islam (LDII) Tala. Mereka menyalurkan bantuan paket sembako (beras, minyak goreng, gula, telor, teh, dan berbagai jenis kue kering), tiga hari lalu.

Pastikan Tak Ada Arus Mudik, Begini Langkah yang Ditempuh Pemkab Tala

Warga Pelaihari di Kawasan Ini Khusyuk Salat Ied, Begini Suasananya

"Saat kami datang, beliau sangat sumringah dan tergopoh-gopoh keluar rumah menyambut kami," tutur Ketua DPD LDII Tala Anton Kuswoyo, Minggu (24/5/2020)

Tak jauh dari rumah Tumilah, pihaknya juga menyambangi rumah Poniyem yang juga lanjut usia. Lansia 80 tahun ini bahkan dlam kondisi sakit-sakitan.

"Beliau tinggal serumah hanya berdua dengan anak laki-lakinya yang masih lajang, berusia 40-an tahun," papar Anton.

Anak laki-laki Poniyem sehari-hari hanya bertugas sebagai kaum masjid dengan upah yang tidak seberapa. Sementara ia mesti menghidupi ibunya yang sudah renta dan kondisi sakit-sakitan.

"Bu Poniyem berusaha bangun ketika kami datangi. Beliau sangat terharu dan berkali-kali mengucapkan terima kasih atas bantua sembako yang kami berikan. Kami pun mendoakan agar beliau segera sembuh dari sakitnya," sebut Anton.

Begitupula dengan Mbah Marsiyem, tukang pijat bayi usia 70-an tahun yang tinggal di rumah tua bersama anak perempuan dan dua cucunya yang masih kecil-kecil.

Rumah Bersahaja Belum Tentu Dapat BLT, Begini yang Dilihat Bupati Tala

VIDEO Ibu Rumah Tangga di Tala Punya Penghasilan Tambahan dari Keterampilan Baru

"Meski dapat BLT tiap bulan, namun itupun sangat kekurangan buat kebutuhan sehari-hari. Suami dari anak perempuannya kerja di Papua, sangat jarang sekali bisa pulang," kata dosen Politeknik Negeri Tanahlaut ini.

Dikatakannya, ada lagi dua ibu-ibu janda kakak beradik yang tinggal satu rumah yang juga hidup bersahaja. Keduanya yakni Aminah (40) yang punya dua orang anak kecil, dan Mariyah (35).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved