Lebaran 2020
4 Negara Islam Ini Terapkan Jam Malam Selama Libur Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Begini Kondisinya
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H, hari besar umat muslim di dunia, pemerintah di beberapa negara pun memberlakukan kebijakan tertentu
Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID - Pembatasan pelonggaran terkait dengan kebijakan menahan penyebaran virus corona mulai dilakukan oleh sejumlah negara.
Namun, hingga kini, kasus-kasus baru virus corona masih dilaporkan setiap harinya.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, hari besar umat muslim di dunia, pemerintah di beberapa negara pun memberlakukan kebijakan tertentu untuk mengantisipasi potensi penyebaran virus corona.
Kebijakan pembatasan secara spesifik tersebut diberlakukan oleh beberapa negara muslim di dunia seperti Arab Saudi, Turki, Irak, dan Mesir.
• Tepat Idul Fitri, Satu Pasien Positif Covid-19 dan 5 Pasien Reaktif dari Tanahbumbu Meninggal Dunia
• JAMBI GEGER, Mayat dengan Luka Bakar di bokong Baju Robek-robek Tergeletak Dekat Objek Wisata Aroma
• Duel Liverpool vs Atletico Madrid Ciptakan Klaster Covid-19 Inggris Spanyol, Sebabkan 41 Meninggal
Keempat negara tersebut memberlakukan jam malam secara spesifik saat Hari Raya Idul Fitri nanti.
1. Arab Saudi
Melansir Al Jazeera, 13 Mei 2020, Arab Saudi akan memberlakukan jam malam 24 jam selama 5 hari libur Idul Fitri.
Penguncian penuh akan diberlakukan dari 23 Mei hingga 27 Mei mendatang, yaitu sesuai dengan akhir dari bulan Ramadhan.
Hingga saat itu, perusahaan komersial dan bisnis masih tetap dibuka seperti sekarang. Orang-orang juga dapat bergerak bebas antara pukul 9 pagi dan 5 sore waktu setempat.
Namun, aturan tersebut tetap dikecualikan untuk kota suci Mekah yang masih berada di bawah pemberlakuan jam malam penuh.
Sebelumnya, negara ini sempat memberlakukan jam malam 24 jam di sebagian besar kotanya, tetapi kemudian melonggarkan aturan tersebut di awal Ramadhan.
Arab Saudi juga telah menangguhkan kedatangan untuk Umrah tahun ini karena kekhawatiran akan penyebaran Covid-19 di kota suci umat muslim tersebut.
Hingga kini, otoritas belum mengumumkan secara pasti, apakah ibadah haji tahun ini, yang dijadwalkan pada bulan Juli, tetap akan dilaksanakan atau tidak.
Namun, pemerintah telah mendesak seluruh umat muslim untuk sementara menunda persiapannya menjalankan ibadah haji.
2. Mesir
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/suasana-shalat-tarawih-yang-digelar-terbatas-bagi-petugas-setempat-di-depan-kakbah.jpg)