Berita Banjarmasin

Sumbang Jamu Anti Covid-19, Pengusaha Banjarmasin Ini Ungkap Khasiat untuk Pasien Positif Corona

Pengusaha Banjarmasin menyumbangkan obat herbal jamu anti virus corona (AVC) kepada GTPP Covid-19 di Banjarmasin

banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Wakil Ketua GTPP Covid-19 Banjarmasin, Kombes Pol R Hendrawan serahkan obat herbal anti virus corona kepada perwakilan RSUD Ulin dan Anshari Saleh. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Semangat gotong-royong dalam upaya penanganan dan penanggulangan pandemi Covid-19 di Kota Banjarmasin sangat dirasakan dengan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.

Tak hanya dari pemerintah, namun tak sedikit kalangan swasta di Banjarmasin yang juga ikut berperan aktif mengupayakan penanganan Covid-19 di Kota Seribu Sungai.

Seperti yang dilakukan Owner Pyramid Suites, Heris Salim dan Owner Ixobox Banjarmasin, Ananta Agung Junaedy yang menyumbangkan obat herbal jamu anti virus corona (AVC) kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 di Banjarmasin.

Sebanyak seratus ampul jamu AVC diserahkan Heris dan Edy kepada Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 di Banjarmasin yang juga merupakan Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Rachmat Hendrawan di Polresta Banjarmasin, Minggu (31/5/2020).

Bersebrangan dengan Trump, WHO Hentikan Penggunaan Hidroksiklorokuin untuk Obat Corona

3 Jenis Obat Virus Corona, Obat untuk Covid-19 Ternyata Tak Semua Sama

Lawan Covid-19, Tribunnews dan Kitabisa.com Sumbang Obat dan Suplemen ke Panti Sosial

Selanjutnya, ratusan ampul jamu AVC tersebut langsung diserahkan lagi oleh Kapolresta Banjarmasin kepada Staf Laboratorium RSUD Anshari Saleh, Tria dan Staf Laboratorium RSUD Ulin Banjarmasin, Junaidi.

Menurut Edy, obat herbal jamu AVC yang diproduksi oleh Tim Peneliti & Penemu Independen Afiliasi Nahdatul Ulama (TPPI-ANU) tersebut sudah digunakan di beberapa Rumah Sakit rujukan Covid-19 di Indonesia.

Penggunaan obat herbal jamu AVC pun menurutnya terindikaai cukup efektif membantu meningkatkan kondisi kesehatan penderita Covid-19.

"Karena itu, kami dengan donatur Pak Heris mencoba mendatangkan lagi obat herbal AVC ini untuk di Banjarmasin," kata Edy.

Ditambahkan Heris, karena memiliki indikasi efek positif terhadap kondisi kesehatan penderita Covid-19, obat herbal jamu AVC menjadi komoditi yang cukup banyak diburu di Indonesia.

Bahkan menurutnya salah satu bahan utama yang terdapat dalam obat herbal jamu AVC ini memiliki harga fantastis mencapai ratusan juta Rupiah perliternya.

"Salah satu kandungannya diambil dari jenis kepiting tapal kuda, karena jarang ditemui jadi bisa mencapai Rp 260 juta perliternya sebagai bahan pembuatan obat herbal ini," kata Heris.

Menurut Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Rachmat Hendrawan, sebelumnya setelah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, sudah ada beberapa pasien Covid-19 di Banjarmasin yang mau menggunakan obat herbal tersebut dan terbukti mengalami perbaikan kondisi kesehatan.

Cara Tabib Suku Amazon Obati Pasien Covid-19 diantara 1.400 Kematian, Pakai Resep Pepohonan Ini

Racik Obat Virus Corona, Apoteker Ini Meninggal Dunia Saat Coba Obat Covid-19 Racikannya

"Di Banjarmasin ada sudah dipakai untuk pengidap Covid-19. Yang tadinya diinfus tidak bisa makan, tapi sekarang dari laporan medis sudah bisa makan. Jadi ada kemajuan," kata Hendrawan.

Ia berharap dengan bantuan obat herbal yang diyakini berfungsi meningkatkan imunitas tubuh tersebut bisa membantu bagi pasien-pasien yang terpapar Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit rujukan Covid-19 di Banjarmasin maupun Kalsel secara umum. (banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved