Berita Tanahlaut

Pemkab Tanahlaut Izinkan Karantina Mandiri, Begini Respons Warga

Pemkab Tanahlaut akhirnya mengizinkan karantina mandiri bagi warga yang diduga terpapar Covid-19

Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Hari Widodo
istimewa/humas pemkab tanahlaut
RAKOR - Suasana rakor dipimpin Wabup Abdi Rahman membahas evaluasi penanganan orang-orang terpapar covid-19, di ruang rapat Setda Tala, tiga hari lalu. 

Editor : Hari Widodo
 
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kegaduhan di Fasilitas Layanan Khusus (Fasyansus) di eks RSUD Hadji Boejasin (RSHB), Pelaihari, Rabu sore pekan lalu, langsung disikapi Pemkab Tanahlaut (Tala) melalui evaluasi pengarantinaan tehadap orang-orang yang terduga terpapar covid-19.

 Kebijakan baru pun telah diputuskan Pemkab Tala yakni mengizinkan karantina mandiri.

Respons beragam pun bermunculan di kalangan masyarakat Bumi Tuntung Pandang, ada yang setuju dan ada pula yang merisaukan kebijakan itu.

"Kalau menurut saya sudah tepat saja kebijakan baru yang mengizinkan karantina mandiri karena tetap bisa berkumpul bersama keluarga di rumah," ucap Dani, warga Pelaihari, Senin (8/6/2020).

Pasien Positif Covid-19 di Pulaulaut Kepulauan Jalani Karantina Mandiri di Rumah

Bayi 11 Bulan di Tala Mengarah Gejala dan Puluhan Perawat Jalani Karantina Mandiri, ini Penyebabnya

Tiga PDP Jalani Perawatan di RS Idaman Banjarbaru, Dua Lainnya Karantina Mandiri

Pasalnya jika diharuskan karantina terpusat, berpotensi memunculkan persoalan kemanusiaan.

Contohnya ketika yang reaktif ibu yang memiliki balita.

"Bayangkan betapa sedihnya jika balita mesti terpisah dari sang ibu, apalagi jika masih menyusui," sebutnya.

Hanya saya agar karantina mandiri terlaksana secara baik, pengawasan mesti dilakukan secara melekat melalui satgas di lingkungan tempat tinggal.

Ini guna memastikan orang yang menjalani karantina mandiri tetap stay di rumah.

"Nah, dan akan lebih baik jika dibantu bahan pangannya. Soalnya kan ketika diminta stay di rumah, berarti tak bisa bekerja selama masa karantina. Jadi, wajar kan jika dibantu, minimal bahan pangan pokok," cetusnya.

Sementara itu Sunardi, warga Pelaihari lainnya, mengaku waswas dengan kebijakan baru tersebut.

"Kalau-kalau pas yang karantina mandiri kurang taat, terus bepergian kemana-mana, ini yang merisaukan. Jadi, yang beginian yang mesti diantisipasi," sebutnya.

Seperti telah dirilis banjarmasinpost.co.id, bebeberapa waktu lalu, Pemkab Tala  mengarantina terpusat orang-orang yang reaktif covid-19 sesuai hasil rapid test.

Karantina terpusat yakni di eks RSHB. Sejak pekan lalu diperluas ke Balai Diklat di Jalan Hutan Kota menyusul penuhnya kapasitas di eks RSHB.

Pada Rabu sore menjelang petang, pekan tadi, puluhan orang-orang reaktif yang dikarantina di eks RSHB melakukan aksi keberatan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved