Berita Tanahlaut

Warga Keluhkan Harga Gula Mahal, Begini Respon Cepat Pemkab Tala

Harga gula pasir di Tanahlaut kembali naik. Saat ini, dipasar dijual Rp 18-19 ribu.

Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Hari Widodo
istimewa/humas pemkab tanahlaut
GULA - Bupati Tala H Sukamta secara simbolis menyerahkan gula murah kepada aparatur kecamatan, Kamis (4/6). Selanjutnya bahan pangan itu didistribusikan kepada warga. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Efek domino pandemi covid-19 benar-benar memperpuruk taraf hidup masyarakat, termasuk di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).

Di tengah seretnya penghasilan terdampak protokol cegah tangkal virus ganas itu, sejumlah bahan kebutuhan justru menanjak. Di antaranya gula pasir yang hingga kini masih lumayan mahal di pasaran.

"Ibaratnya saat ini sudah kayak pepatah, jatuh ketimpa tangga. Sudah taknada uang, harga barang-barang malah mahal," keluh Risana, warga Pelaihari, Senin (8/6/2020).

Ia mengatakan di pasaran harga gula masih sekitar Rp 18-19 ribu, bahkan kadang bisa lebih. Meski mahal, mau tak mau dirinya tetap harus beli karena gula pasir menjadi salah satu bahan pangan yang dikonsumsi tiap hari.

Gandeng Distributor Gula Pasir, Dinas Perdagangan Kalsel Gelar Operasi Pasar

Harga Gula Pasir di Banjarmasin Mulai Turun Meski Belum Normal

Warga Keluhkan Gula Mahal, Begini Langkah Cepat Pemkab Tala

"Kami sekeluarga suka yang manis. Masak lauk juga selalu pakai gula meski sedikit. Minum sering bikin teh manis. Sudah juga dikurangi tapi tetap bikin. Kalau makan minumnya teh manis kan lebih tahan kama kenyangnya," sebutnya.

Senada diutarakan Aina, warga Kurau. Ia mengaku tak bisa lepas dari gula karena sejak kecil telah terbiasa mengonsumsi yang manis-manis. Baginya lebih baik mengurangi pembelian bahan pangan lainn seperti minyak goreng atau bawang ketimbang harus makan/minum tanpa gula.

Kedua ibu rumah tangga itu berharap pemerintah melakukan pengamanan ketersedian dan kelancaran distribusi pasar. Termasuk pengawasan yang lebih intens di kalangan pedagang terutama agen agar harga gula kembali turun.

Kegamangan dan harapan warga Tala tersebut direspons cepat pemerintah daerah setempat. Setelah beberapa pekan lalu (Ramadan 1441 H) menyalurkan gula murah, hal serupa kembali dilakukan.

Sebanyak 30 ton gula pasir murah didistribusikan ke sejumlah tempat mulai Kamis kemarin.

Operasi pasar itu dilakukan di Balai Desa Tajaupecah, Kecamatan Batuampar yang langsung dihadiri Bupati Tala H Sukamta didampingi Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Perdagangan Tala H Syahrian Nurdin.

Sukamta mengatakan harga gula yang dilepas tersebut hanya Rp 12.500 per kilogram. Masing-masing sebanyak 2,5 ton didistribusikan ke Kecamatan Batuampar, Jorong, dan Kintap.

"Inilah usaha pemerintah daerah dalam membantu rakyatnya. Jadi ulun (saya) bersama jajaran pemerinah daerah akan terus berusaha keras untuk meringankan beban masyarakat," ucap Sukamta.

Ia mengatakan harga normal gula pasir saat ini berkisar Rp 17.500 hingga Rp 19 ribu per kilogram. Artinya, melalui operasi pasar tersebut masyarakat menghemat sekitar Rp 5 ribu per kilogram.

Lebij lanjut ia menuturkan selanjutnya juga akan ada operasi pasar gas elpiji kemasan tiga kilogram (gas melon). Ini akan diadakan secara bergilir di seluruh (sebelas) kecamatan di Tala.

"Nanti tiap kecamayan akan dapat jatah 560 tabung gas elpiji. Harganya terjangkau sesuai HET yakni Rp 19 ribu per tabung.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved