Berita Banjarmasin

VIDEO FKPT Kalsel Gelar Dialog dengan Kepala BNPT RI Secara Virtual

Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor membuka dialog virtual membahas upaya menangkal radikalisme dan terorisme bersama FKPT dan BNPT RI.

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Gubernur Kalimantan Selatan ( Kalsel ), H Sahbirin Noor, membuka dialog virtual membahas upaya menangkal radikalisme dan terorisme,  Selasa (16/6/2020).

Dialog ini melibatkan  Forum Koordinasi Penanggulangan Teroris (FKPT) Kalsel dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, Komjen Pol Boy Rafli Amar.

Ditemui usai dialog, Ketua FKPT Kalsel, Aliansyah Mahadi, mengakui memang sulit untuk mendeteksi secara pasti bagaimana radikalisme menjalar dan bisa mempengaruhi pola pikir masyarakat moderen saat ini.

Bahkan dengan kondisi masyarakat Kalsel yang menurutnya dikenal religius dan damai tetap saja paham demikian bisa menyusup.

Awali Tugas, Kapolres HSS Kunjungi Ketua MUI dan 3 Ponpes

BNPT Minta Babinsa dan Babinkamtibmas Bantu Cegah Paham Radikal di Desa

"Dengan kejadian 1 Juni itu kita dikagetkan karena dengan keadaan Banua yang religius, aman dan damai, ternyata ada juga," kata Mahadi merujuk pada aksi penyerangan di Polsek Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), beberapa waktu lalu.

Pihaknya di FKPT Kalsel, kata Mahadi, akan memaksimalkan upaya pencegahan penyebaran paham radikal dengan turun langsung ke tokoh agama dan tokoh masyarakat melakukan pendekatan.

Selain itu, FKPT Kalsel juga akan menyusun MoU dengan instansi pendidikan, media dan pihak lainnya untuk bersama memberikan pemahaman akan bahaya paham radikalisme.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mengembalikan kearifan lokal dan meningkatkan kewaspadaan pribadi, keluarga maupun lingkungan yang sedikit-demi sedikit terkikis.

Serangan di Polsek Daha Selatan, Kesbangpol: Tak Ada Jebolan ISIS di Kalsel

Kepala BNPT dan MUI Kalsel Sepakat Cegah Radikalisme dan Terorisme

Kabid Agama, Sosial dan Budaya FKPT Kalsel, H Zulkifli, menyatakan, pendekatan ke instansi-instansi pendidikan termasuk ke pesantren-pesantren penting mengutamakan konsep keakraban dan tidak menggurui.

Halaman
12
Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved