Wabah Corona di Kalsel
Sekda Kalsel Minta Tim Puskesmas Lakukan Pelacakan Covid-19
Sekda Kalsel dalam pertemuan di Kabupaten HSS minta tim di puskemas melacak warga yang berpotensi terpapar Covid-19 supaya penanganan bisa lebih cepat
Penulis: Hanani | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ) meminta masih-masing daerahmendeteksi secara dini kasus Covid-19.
Cara mendeteksinya, petugas atau tim di puskesmas-puskesmas melakukan pelacakan langsung di tengah masyarakat.
Sekda Provinsi Kalsel, Abdul Haris Makkie, menjelaskan, mulai Juni- Juli 2020, tim melakukan kegiatan tersebut.
Ditargetkan, Agustus 2020 sudah ditemukan daftar orang yang memiliki kontak langsung dengan pasien positif Covid-19.
• UPDATE Covid-19 Kalsel: Tambah 85 Positif, GTPP Prediksi 3.000 Kasus
• Khawatir Muncul Klaster Baru, Masjid Sabilal Muhtadin Kalsel Tiadakan Salat Jumat
“Puncaknya Agustus nanti kita lakukan perawatan, sehingga terjadi penurunan atau pelandaian. Ini kita lakukan sampai ke titik yang tidak mengkhawatirkan lagi,” katanya pada Rakor Pelaksaaan Pelacakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dengan seluruh Kabupaten/Kota se-Kalsel di Pendopo Kabupaten HSS, Selasa 16 Juni 2020.
Meskipun menjadi tugas Tim Komunikasi, Edukasi dan Informasi (KIE) untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, kata Haris Makkie, menjadi tugas tambahan dari tim Puskesmas selain 3 T (tracing, tracking dan testing).
“Sederhana saja, memutus mata rantai Covid-19 ini agar tidak menyebar, kuncinya disiplin. Dispilin menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun, menjaga jarak (physical distancing) dan jika tidak ada kepentingan-kepentingan mendesak jangan keluar rumah,” imbuh dia.
Selain itu, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, dan menurutnya hal itulah yang perlu disampaikan tim dari puskesmas kepada masyarakat, sembari melaksanakan pelacakan maupun penanganan kasus.
• MUI Kalsel Dukung Penghentian Pembahasan RUU HIP di DPR
• Bakti Sosial HUT ke-74 Bhayangkara, Bersama Ratusan Anggota Polda Kalsel, Irjen Nico Donorkan Darah
Kegiatan rakor di Kabupaten HSS itu dilaksanakan dalam rangka percepatan penanganan kasus Covid-19 yang kasusnya terus meningkat.
Untuk itu, jelas Sekda, Pemprov Kalsel melalui GTPP Covid-19 perlu melakukan penguatan pelacakan berbasis wilayah kerja puskesmas serta menyamakan persepsi terkait dengan pelaksanaannya.
Selain dihadiri Sekda Provinsi Kalsel selaku Ketua Harian GTPP Kalsel, rakor juga diikuti Wabup HSS Syamsuri Arsyad, Kadinkes HSS Siti Zainab dan Kadinkes Tapin.
Peserta Rakor ini terdiri jajaran Dinkes HSS dan Dinkes Tapin, serta seluruh tim dari puskesmas di kedua kabupaten tersebut.
• Seorang Warga Kabupaten HST Positif Covid-19, Bekerja sebagai Nakes di HSS
• Begini Kisah Tim Swab Rumah Isolasi Covid-19 di Tapin, dari Keringatan Kehausan sampai Sakit Kepala
Sementara itu, Wabup H Syamsuri Arsyad melaporkan, pasien terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten HSS mengalami peningkatan.
Bahkan, IGD RSUD H Hasan Basry Kandangan terpaksa ditutup karena beberapa dokter dan petugas medis lainnya ikut terpapar virus ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/rapat-koordinasi-di-pendopo-kabupaten-hss-selasa-1662020.jpg)