Berita Banjarmasin
VIDEO Tangani Pasien Corona Hamil, dr Halim Ganti APD 8 Kali Sehari
Halim berbagi pengalaman saat pertama kali melakukan operasi melahirkan pasien corona.
Penulis: Khairil Rahim | Editor: Eka Dinayanti
Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sejak pendemi covid 19 melanda, para tenaga medis berupaya keras untuk memerangi wabah yang menyerang saluran pernapasan ini, tidak terkecuali dr Anwari Halim Sp OG, MARS, salah satu dokter kandungan yang bertugas di rumah Sakit Anshari Saleh Banjarmasin.
Masuk dalam gugus depan dokter menangani pasien positif Corona, pria kelahiran 21 Desember 1962 di Banjarmasin ini ikut dilibatkan khusus pasien hamil dan bersalin yang terpapar corona.
Tentu tugas ini juga berat sebab menghadapi kasus ibu hamil dalam kondisi memberatkan, ditambah adanya virus mematikan ini.
Suami dari Kristiana Muliadinata mengaku tidak sedikit pasien terpapar Covid juga harus melaksanakan prosedur operasi melahirkan secara cesar.
Halim berbagi pengalaman saat pertama kali melakukan operasi melahirkan pasien corona.
Melihat kondisi kesehatan pasien yang semakin buruk, sehingga diputuskan operasi cesar harus dilakukan.
• Video Ariel NOAH Boncengan Diajak Pevita Pearce Cari Tujuan, Netizen Sebut Ayah Alleia Dipeluk
• VIDEO Sidang Landreform Program Redistribusi Tanah 2020 Digelar
• VIDEO Proses Pembongkaran Baliho Bando Di Jalan A Yani Banjarmasin
Hal ini bertujuan untuk menyelamatkan sang ibu serta kandungannya.
Hal pertama dilakukan kata dia pemeriksaan menyeluruh ke pasien.
Lalu stabilisasi keadaan pasien, jika sesak nafas karena corona diberikan oksigen, obat-obatan, serta konsultasi ke dokter lain terutama tim medis untuk penanganan covid 19 sebelum mengambil tindakan.
Pihak rumah sakit menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk operasi cesar pada pasien hamil penderita Covid-19.
Jumlah petugas dan kamar operasi dibuat semaksimal mungkin.
Para petugas juga seluruhnya menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.
"Kami tim operasi harus dibekali APD level 3 demi keselamatan. Bisanya kalau ada tindakan (operasi) ada 6 sampai 8 orang terdiri dari dokter operator, dokter bius, perawat dan bidan yang bantu nyambut bayi lahir," kata Kepala SMF Obsgin dengan golongan IV E di RS Anshari Saleh dan owner Klinik Mahkota Bunda Banjarmasin ini.
Walau pun dalam kondisi tidak nyaman karena pakai masker, baju hazmat, dilapisi gaun operasi serta sarung tangan dilengkapi penutup kepala, Halim dan tim tetap menjalani rangkaian operasi sesuai prosedur.