Breaking News:

Kriminal Tabalong

Dugaan Pengeroyokan Terhadap Napi, Korban Kirim Surat ke Polres Tabalong

Seorang napi diduga dikeroyok di Lapas Tanjung sehingga korban melaporkannya ke Polres Tabalong.

Penulis: Dony Usman | Editor: Alpri Widianjono
ISTIMEWA
Isteri korban, Nilam Sari, bersama pengacaranya saat di Polres Tabalong untuk sampaikan surat terkait penanganan dugaan kasus pengeroyokan di Lapas Tanjung. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Menindaklanjuti laporan terkait dugaan pengeroyokan di Lapas Tanjung, korban HM Gunawan alias H Agun (40), melalui pengacaranya dari Bilo and Partners melayangkan surat ke Polres Tabalong. Kalimantan Selatan ( Kalsel ) . 

Isi surat tersebut tentang permohonan tindaklanjut proses hukum dan pernyataan tidak adanya terdapat kesepakatan damai dari keluarga pelapor maupun korban.

Surat yang ditujukan ke Kapolres Tabalong cq kasatreskrim ini diantar langsung isteri korban, Nilam Sari, didampingi Kusman Hadi dan Darzad selaku tim pengacara korban, Rabu (24/6/2020).

"Surat sudah kami sampaikan ke Polres Tabalong," ujar pengacara korban, Kusman Hadi.

Dalam suratnya juga dicantumkan, surat tersebut ditembuskan ke Kapolri, Kapolda Kalsel, Kajati Kalsel, Kakanwil Kemenkum HAM Kalsel, Kajari Tabalong, Kalapas Tanjung, Ombudsman Kalsel dan LPSK.

Menurutnya, surat ini juga sebagai tindaklanjut dari adanya permintaan untuk menyampaikan pernyataan tertulis tentang tidak adanya kesepakatan damai.

Unit Penanganan Khusus Covid-19 Tabalong akan Tambah Perawat dan Bidan

Sensus Penduduk dengan Metode Wawancara Diundur ke September, ini Kata BPS Tabalong

Polres Tabalong Bongkar Prostitusi Online, Tarif Kencan Rp 300 Ribu

Bupati Tabalong Anang Langsung Bayar PBB P2, ASN Diminta Jadi Teladan

Warga Desa Warukin Kabupaten Tabalong Tewas Tersetrum

Remaja Tenggelam di Sungai Tabalong Akhirnya Ditemukan, Begini Kondisinya

Untuk itulah dalam suratnya disampaikan, upaya mediasi dan damai memang sudah ada dilakukan. Namun, tidak terdapat kesepakatan damai dari kedua pihak.

Sehingga, pihak korban meminta laporan yang disampaikan bisa sesegeranya ditingkatkan proses hukumnya, menetapkan tersangka dan melakukan penahanan.

Terpisah, Kapolres Tabalong AKBP M Muchdori melalui Kasatreskrim, Iptu Matnur, mengatakan, sejak awal pihaknya sudah melaksanakan proses secara profesional sesuai dengan timeline dan prosedur yang ada.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved