Berita Jakarta
Wamendes Sebut Masyarakat Semakin Sadar dengan Protokol Kesehatan
Wamendes, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Budie Arie Setiadi, menyebut kesadaran masyarakat bahaya Covid-19 meningkat.
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA – Masyarakat sudah menyadari pentingnya mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Mereka juga sudah mulai yakin bahwa Covid-19 dapat segera disembuhkan.
Demikian diungkapkan Wakil Menteri Desa (Wamendes), Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Budie Arie Setiadi, dalam diskusi virtual yang digelar LPPN, Sabtu, (27/6/2020).
"Jadi secara psikologis memang ada dulu ketakutan, sekarang sudah mulai aware, (sadar)," katanya dalam diskusi virtual yang digelar LPPN, Sabtu, (27/6/2020).
Selain itu, karena ada kemajuan riset dalam tiga bulan terakhir yang dilakukan sejumlah lembaga kesehatan baik nasional maupun internasional. "Ditambah tingkat kematian yang sekarang jauh lebih kecil," katanya.
Selain itu, Budie mengatakan pemerintah mengerahkan segala daya dan upaya dalam menanggulangi Pandemi Covid-19.
Selain adanya refocusing program dan realokasi anggaran untuk penanggulangan pandemi Covid-19, setiap Kementerian juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
• RSUD Moch Ansari Saleh Melepas 30 Pasien Covid-19 yang Sembuh
• GTPP Covid-19 Batola pulangkan 12 Pasien Sembuh dan Dapati 8 Positif Baru
• Tim Info Banjarmasin Bagikan 100 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19
• Tidak Berhubungan Seks Dalam Waktu Lama saat Pandemi Covid-19, Apa Akibatnya?
• Dikunjungi Danrem 101/Antasari, Ketua Gerindra Kalsel Ungkap Komitmen Jaga Situasi Kondusif Pilkada
• Wamendes PDTT Budi Arie Setia Minta Perampas BLT Dana Desa Ditindak
"Pemerintah sudah berupaya sekuat tenaga dengan segala daya upaya, semua Kementerian all out, tidak ada kementerian dan lembaga yang tidak all out atau setengah hati, semua satu komando," katanya.
Sebelumnya, Tim Komunikasi Publik, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dokter Reisa Broto Asmoro, mengatakan, berdasarkan hasil penelitian yang diterbitkan jurnal ilmiah Lancet protokol jaga jarak atau physical distancing dapat menurunkan risiko penularan Covid-19 hingga 85 persen.
Dalam jurnal tersebut, masih menurut dokter Reisa, disebutkan bahwa jarak yang aman adalah 1 meter dari satu orang dengan orang lain.
"Ini merupakan langkah pencegahan terbaik bisa menurunkan risiko sampai dengan 85 persen," kata dokter Reisa di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (10/6/2020).
Menurutnya, protokol jaga jarak sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 paling efektif menurunkan transmission rate atau angka penularan.
Terutama, ketika berada di ruang publik, seperti transportasi umum. Sebagaimana diketahui virus SARS-CoV-2 menular atau ditularkan melalui droplet atau percikan air liur.
Maka dalam hal ini, dokter Reisa juga menyarankan agar masyarakat tetap menggunakan masker saat harus keluar rumah, terutama apabila menggunakan layanan transportasi publik.
"Virus corona jenis baru penyebab Covid-19 menular melalui droplet atau percikkan air liur, maka wajib semua orang menggunakan masker, terutama ketika menggunakan transportasi," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/wamendes-pembangunan-daerah-tertinggal-dan-transmigrasi-budie-arie-setiadi-1.jpg)