Berita Banjarbaru

Tutupi Kebutuhan Hewan Kurban, Disbunak Kalsel Datangkan Sapi 2.177 Ekor

Menutupi kebutuhan sapi menjelang Idul Adha, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel mendatangkan sapi dari luar Kalsel.

banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Kadis Perkebunan dan Peternakan Kalsel, Hj Suparmi. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU  - Menutupi kebutuhan sapi menjelang Idul Adha, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel mendatangkan sapi dari luar Kalsel.

Kebijakan itu, dilakukan setelah menganalisa perhitungan jetersediaan hewan kurban tersebut di Kalsel.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kalsel, Hj Suparmi membeberkan, ketersediaan sapi kurban di Kalsel saat ini cuma 7.598 ekor.

Sedangkan, kebutuhan sapi yang akan dipotong pada Hari Raya Kurban tahun ini diperkirakan mencapai 10.135 ekor.

DAFTAR Harga Hewan Kurban Idul Adha 2020, Sapi Mulai Rp 13,6 Juta & Kambing Rp 2,3 Juta

Siapkan 20 Ekor Sapi, Baznas Kalsel Bakal Bagikan Daging Kurban ke 13 Titik Kabupaten Kota

Direkrut Perusahaan Sapi Terbesar di Kalsel, Alumni Politala Jadi Mandor

"Lebih banyak dibanding tahun lalu yang cuma 9.214 ekor. Sehingga Kalsel akan mendatangkan 2.177 ekor sapi," kata  Hj Suparmi Senin (29/6/2020).

Menurut Suparmi, sapi-sapi yang jumlahnya ribuan ekor tersebut dipasok dari Provinsi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

Dia mengingatkan pada saat kurban di Idul adha kali ini, ada beberapa persyaratan yang diwajibkan bagi penyembelih kurban.

Salah satu protokol kesehatan yang perlu dilakukan yakni pelaksanaan pemotongan hewan kurban diharuskan menghindari kerumunan massa.

"Supaya tidak terjadi kerumunan, lebih baik orang yang hadir dalam pemotongan hewan dibatasi," katanya.

Dia juga menyarankan, pelaksanaan pemotongan hanya dihadiri oleh panitia. Setelah selesai panitia kemudian mengantarkan daging langsung ke tempat penerima.

"Jadi penerima daging kurban tidak mengambil ke tempat pemotongan hewan kurban," sarannya.

RPH Banjarmasin Alami Penurunan Daging Sapi Hingga 50 Persen

Bukan hanya itu, Suparmi menuturkan, pelaksanaan kegiatan kurban yang meliputi penjualan hewan dan pemotongan hewan juga perlu menyesuaikan prosedur pelaksanaan perubahan pola hidup baru atau new normal pada situasi Covid-19.

"Diperlukan langkah-langkah untuk mencegah dan mengendalikan potensi penularan virus corona di tempat penjualan dan pemotongan hewan kurban," runutnya. (banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved