Berita Kalteng

Desa Cemara Labat Kalteng Kini Punya Pasar, Begini Harapan Warga

Geliat perekonomian mulai tumbuh membaik di Desa Cemara Labat, Kecamatan Kapuas Kuala, Kabupaten Kapuas, KalimantanTengah (Kalteng).

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/muhammad tabri
Geliat perekonomian mulai tumbuh membaik di Desa Cemara Labat, Kecamatan Kapuas Kuala, Kabupaten Kapuas, KalimantanTengah (Kalteng). 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, KAPUAS - Geliat perekonomian mulai tumbuh membaik di Desa Cemara Labat, Kecamatan Kapuas Kuala, Kabupaten Kapuas, KalimantanTengah (Kalteng).

Hal ini ditandai dengan digelarnya pasar rakyat setiap Sabtu pagi di halaman Posyandu, sekitaran Kantor desa setempat.

Meskipun hanya didominasi jualan berupa sembako dan pakaian, pasar yang digelar hanya beberapa jam ini selalu ramai dikunjungi warga untuk membeli keperluan.

Desa cemara labat memang terpencil, bersama tiga desa lainnya yang saling berdampingan. Yakni, Desa Palampai dan Desa Pamatang.

Rawan Penularan Covid-19, Pasar Tradisional di HST Diawasi Aparat

Pasokan Terbatas, Harga Telur di Pasar Tradisional Banjarmasin Merangkak Naik

VIDEO Bupati Tabalong Tinjau Pasar Mabuun Ditata dengan Penerapan Protokol Kesehatan

Menurut Supian, ketua RT 5, Desa Cemara Labat, pasar ini baru buka sekitar dua bulan yang lalu. Pedagangnya pun rata-tara berasal dari desa atau kecamatan terdekat.

"Pemasarnya selain warga sini ada dari Lupak Dalam, Tamban, Sungai Teras, sebagian ada dari Banjarmasin," Ungkapnya.

Dengan adanya pasar ini ia juga menyampaikan semoga bisa membantu warga Cemara dalam perekonomian. Karena bisa menjual hasil kebun dan laut di pasar.

Tidak kalah penting, mereka juga bisa membeli keperluan sehari-hari lebih dekat daripada mendatangi pasar yang ada di Kecamatan.

Hal serupa juga diutarakan Irwan, pedagang sayur, di Pasar Cemara Labat. Ia senang ada pasar di desanya.

"Alhamdulilah bisa jual hasil kebun di pasar ini. Kalau ke luar sana jauh, belum lagi jalannya rusak. Jadi kami disini cukup terbantu adanya pasar ini," Pungkasnya. Sabtu (04/07/2020).

Akses yang sulit ditempuh menjadi kendala yang sangat dirasakan masyarakat setempat. Termasuk para pedagang yang datang berjualan. Seperti yang diceritakan Nada, penjual sandal dan peralatan dapur dari Kecamatan Tabunganen.

"Kami berjualan ke sini naik kelotok (perahu), soalnya jalannya rusak. Jadi jarak tempuhnya lebih jauh,"

Masyarakat setempat pun berharap ada perhatian pemerintah untuk menyediakan akses yang layak guna menunjang pertumbuhan ekonomi di daerah pelosok ini.

Karena melihat sebagian orang sudah mulai datang dan memulai usahanya disini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved