Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Strategi Digitalisasi Pascapandemi Covid-19, UMKM Dituntut Rambah E-Commerce

Penjualan online masa pandemi melonjak tajam. Maret 2020 penjualan online naik 320 persen dan April 2020 meningkat 480 persen dibanding Januari 2020.

Istimewa/KPw BI Kalsel
Seminar Strategi Digitalisasi UMKM sebagai Quick Win Pemulihan Ekonomi Pascapandemi Covid-19 oleh KPw BI Kalsel. Istimewa/KPw BI Kalsel. 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Industri usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia termasuk salah satu yang terdampak pandemi Covid-19.

Dengan banyaknya pusat perbelanjaan harus tutup yang mengakibatkan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat terbatas,UMKM pun dituntut harus melek digital agar mampu bertahan.

Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan, BI Kalsel, Rahmat Dwisaputra menjelaskan, data quick survey Bank Indonesia, terjadi penurunan
penjualan sebesar 40-50 persen pada sektor UMKM yang lebih lanjut menyebabkan perusahaan mengambil kebijakan untuk merumahkan karyawan hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Di sisi lain, penjualan online pada masa pandemi ini justru melonjak tajam. Pada Maret 2020, penjualan online naik 320 persen dan penjualan online April 2020 tercatat meningkat 480 persen dibandingkan Januari 2020," jelasnya dalam acara seminar daring ekonomi dan bisnis, Rabu (8/7/2020).

Komisi III DPRD Kalsel Inginkan Gerbang Perbatasan Kalsel-Kaltim Dibangun Bersama

Faskes di Kabupaten Banjar Belum Bisa Terapkan Rapid Test Mandiri Tarif Rp 150 ribu, Ini Alasannya

Patuhi Edaran Kemenkes,Tarif Rapid Test Laboratorium Klinik Prodia Banjarmasin Rp 150 ribu

Beraksi Seorang Diri, Sekuriti Ini Bobol 20 Rumah, Hasilnya Untuk Bayar Kreditan Mobil

Survey yang dilakukan KPw BI Kalsel, terhadap beberapa pelaku usaha termasuk UMKM pada April 2020, memperlihatkan UMKM yang telah bergabung dengan platform digital masih mempunyai penjualan yang relatif baik, ketimbang UMKM yang tidak yang mana tertekan dengan penurunan penjualan.

Dijelaskannya, saat ini BI menempuh beberapa kebijakan baik jangka pendek maupun jangka panjang untuk memastikan kegiatan ekonomi tetap berjalan di era Covid-19 yakni mendorong penggunaan alat pembayaran nirsentuh melalui pembayaran nontunai.

Kemudian mendorong digitalisasi UMKM, dan percepatan ekonomi keuangan digital melalui
Blue Print Sistem Pembayaran Indonesia 2025.

Dalam menjawab tantangan terkini, BI hadir dengan QRIS dan digital banking sebagai inovasi sistem pembayaran untuk mendukung UMKM di mana pembayaran menggunakan QRIS dapat dilakukan tanpa kontak fisik dan memenuhi Protokol Social Distancing.

"BI terus menggencarkan implementasi QRIS di Kalsel dengan kolaborasi perbankan termasuk BPD, Pemda serta PJSP lainnya. Hingga pertengahan Juni 2020 jumlah merchants QRIS di Banua telah mencapai 32.839 merchants," urainya.

Penjualan secara online dengan merambah e-commerce menjadi salah satu quick win di masa sulit saat ini. SVP Trade Partnership Blibli.com, Geoffrey L Dermawan mengatakan, e-commerce termasuk mendapatkan berkah tersendiri adanya Covid-19.

"Hal ini membuat perusahaan-perusahaan ritel yang rata-rata juga mulai beralih ke online. Sekaligus menjadi tantangan bagi UMKM yang juga harus berbasis digital," ujarnya.

Dalam seminar bertema Strategi Digitalisasi UMKM sebagai Quick Win Pemulihan Ekonomi Pascapandemi Covid-19 turut menghadirkan Ekonom Nasional dan Kepala UKM Center Universitas Indonesia, M Zakir Machmud Ph.D, dan Head of East Ecosystem Expansion Group LinkAja, Shatria Putra Dhartia.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Milna Sari
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved