Berita Banjarbaru
Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel Obral Ikan Segar
Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel menggelar pasar ikan dengan harga sangat murah yang ditujukan untuk warga terdampak Cpvid-19 di Kota Banjarbaru.
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Ikan segar yang biasa dijual di pasaran seharga Rp 10.000 hingga Rp 15.000, dijual dengan harga Rp 5000.
Harga spesial dengan potongan besar itu hanya terjadi saat Bazar ikan segar yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ), Kamis (30/7/2020). Tujuannya, membantu masyarakat yang terdampak dari sisi perekenomian akibat mewabahnya Covid-19.
Menurut Plt Kepala Dislutkan Provinsi Kalsel, Muhammad Fadhli, ada sekitar 2.093 kilogram ikan jenis patin dibagikan kepada masyarakat di lima kecamatan di Kota Banjarbaru.
"Untuk hari ini, dibagikan 400 ekor untuk Kecamatan Banjarbaru Utara. Kalau kecamatan lain, nanti tanggal 4-7 Agustus di masing-masing kecamatan," kata Muhammad Fadhli kepada Banjarmasinpost.co.id.
• Konflik Wilayah Tangkap Sering Terjadi, Dislutkan akan Lakukan ini
• Dewan Kalsel Minta Perbankan Genjot KUR untuk Sektor Kelautan dan Perikanan
• Kementerian Kelautan dan Perikanan Harapkan Gubernur Mediasi Kewenangan Aset dengan Kab/kota
• Ingin Ketahui Penyerapan Carbon, Mahasiswa Ilmu Kelautan Lakukan Penelitian Hutan Mangrove
Ikan yang dijual di bazaar ini telah diberikan subsidi, sehingga lebih murah, yakni hanya Rp 5.000. Sedangkan harga di pasaran untuk satu ekornya bisa mencapai Rp 15.000 hingga Rp 20.000.
Setidaknya, dengan bazar ini akan berdampak kepada pelaku usaha pembudidaya ikan, mengingat sempat terjadi tunda jual akibat dari menurunnya daya beli masyarakat di tengah wabah ini. "Biaya pemeliharaan selama tunda jual, tinggi. Maka, kami bantu dengan bazaar ini," terangnya.
Adapun pembudidaya yang dilibatkan jelasnya, sekitar 10 pembudidaya dari berbagai kabupaten kota di Provinsi Kalsel. "Dari 400 ekor ikan hari ini saja, kami ambil dari dua pembudidaya di Kabupaten Banjar. Jadi kalau untuk lima kecamatan, sekitar 10 pembudidaya akan dilibatkan," jelasnya.
Fadhli juga menegaskan, dalam pelaksanaan bazaar ini, masyarakat maupun petugas, harus mematuhi protokol kesehatan covid-19.
Ditambahkan Kepala Bidang Budidaya, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dislutkan Provinsi Kalsel, Wahdah, bazar ini merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap tahunnya. Hanya kali ini, khusus bagi warga terdampak Covid-19.
Secara teknis dijelaskan Wahdah, masyarakat yang ingin membeli ikan di bazaar ini cukup dengan menunjukkan kupon yang telah dimiliki. Kupon telah dibagikan oleh masing-masing aparat kantor kecamatan.
"Kecamatan lebih mengetahui, mana warga yang terdampak. Kami hanya menyediakan kupon, dengan jumlah 400 kupon," sebutnya.
Selanjutnya untuk kecamatan lain, ujar Wahdah, pihaknya hanya memantau. Sedangkan petugas dari pihak kantor kecamatan, termasuk penerapan protokol kesehatannya. "Jadi di sini, kalau memungkinkan, kami anjurkan titip saja, sehingga tidak terjadi kerumunan," tandasnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kegiatan-bazar-ikan-diselenggarakan-dislutkan-kalsel-kamis-3072020.jpg)