Breaking News:

Elpiji Langka

Tanggapi Kelangkaan Elpiji, Sekretaris KNPI Kalsel: Tindak Tegas Kalau Ada Oknum-oknum Bermain

Sekretaris KNPI Provinsi Kalsel meminta kepada aparat terkait menindak tegas bila ada pihak bermain menyebabkan langkanya dan tingginya harga elpiji

KNPI Kalsel untuk banjarmasinpost.co.id
Sekretaris KNPI Prov. Kalsel, Muhammad Yusuf 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Gas elpiji tiga kilogram kembali langka di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) sehingga harganya menjadi mahal belakangan ini. (Rabu, 26/08/20).

Masyarakat di beberapa kabupaten kota di Kalsel menyampaikan dalam dua hari belakangan ini sulit mendapatkan elpiji tabung isi 3 kg atau gas melon.

Kalau pun ada, harga gas melon mencapai Rp. 40 ribu/tabung, bahkan bisa lebih mahal lagi, sementara harga eceran tertinggi pada tingkat distributor hanya Rp17.500. 

Menanggapi hal ini, Pengurus DPD KNPI Provinsi Kalsel akhirnya angkat bicara.

Tajuk - Perlu Tindakan Tegas

Tunjangan Pulsa PNS Rp 200.000, Sri Mulyani: Anggaran yang Akan Digunakan dari Pos Belanja Barang

Bisakah Kuota Belajar Telkomsel 10 GB Rp 10 Diubah untuk Medsos & YouTube? Begini Penjelasannya

Sekretaris KNPI Provinsi Kalsel, Muhammad Yusuf mengatakan belum berakhir pandemi Covid 19, Kalsel kembali dihebohkan  dengan kelangkaan gas elpiji.

"Keadaan sekarang ini masyarakat makin disusahkan dengan langkanya gas elpiji tiga kilogram. Kalau pun ada harganya tidak sesuai HET, bahkan harganya sampai Rp 40 ribu per satu tabungnya. Kami mengharapkan kepada pihak pertamina dan pemerintah turun langsung penyaluran gas elpiji tersebut," ungkapnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Yusuf mengatakan beban kesulitan masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini jangan ditambah lagi dengan permasalahan kelangkaan dan tingginya gas elpiji.

"Kami mengharapkan kepada pihak yang berwajib untuk menindak tegas, bilamana ada oknum-oknum yang ikut bermain," tegasnya.

Ia juga meminta kepada pihak SKK MIGAS untuk lebih kontrol, agar tidak ada kelangkaan ini dan secepatnya memberi solusi terutama dalam mengatasi permasalah ini.

"Kami cukup prihatin karena baru saja kita merayakan HUT ke-75 Kemerdekaan RI, tapi melihat adanya situasi ini, boleh dikatakan masyarakat belum merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya akibat adanya kelangkaan gas elpiji tiga kilogram," ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa kelangkaan gas ini sering terjadi di Kalsel, oleh karena itu, pemerintah harus bergerak cepat karena ini menyangkut kebutuhan pokok hajat hidup masyarakat.

(banjarmasinpost.co.id/Stan)

Penulis: Stanislaus Sene
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved