Berita Tapin
Bahan Abon Cabai Hiyung Tapin dari Rawit Merah
Bupati Tapin minta petani hanya gunakan cabai rawit hiyung merah sebagai bahan abon yang diekspor ke jepang dan Spanyol.
Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Bupati Tapin, HM Arifin Arpan, meminta para petani cabai rawit mengutamakan kualitas sebelum ekspor produk abon cabai ke Jepang dan Spanyol.
Itu dikatakannya saat mengunjungi sentra tanaman cabai rawit di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (31/8/2020).
"Harus yang cabai merah semua. Jangan dicampur dengan cabai hijau, nanti akhirnya abonnya menjadi hitam," ujar Bupati Tapin dua periode itu memberi arahan tentang kualitas abon cabai yang bagus.
Bupati berkeinginan sentra produk cabai hiyung dikenal tidak hanya rasa pedasnya 17 kali lipat cabai rawit biasa, tapi karena kualitasnya juga.
• Siapkan Ekspor ke Jepang, Bupati Tapin Kunjungi Sentra Tanaman Cabai di Desa Hiyung
• Abon Cabai Rawit Hiyung Dikenalkan di Restoran Spanyol dan Australia
• 2021 Akses Jalan Usaha Tani Dibangun, Tahun Ini Petani Cabai Hiyung Tapin Dibantu Jembatan
• Tinggal Tunggu Keputusan Sidang Kemendikbud, Tari Bagandut Tapin Jadi Warisan Budaya Kabupaten Tapin
Rasa pedas 17 kali lipat dari cabai biasa itu, kalau bisa, lebih dikenal di warga yang menikmati makanan di seluruh restoran Jepang dan Spanyol.
Program lintas organisasi perangkat daerah, seperti Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tapin, diarahkan membantu produksi cabai hiyung serta pengembangan luas tanaman cabai hiyung.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Karya Baru di Desa Hiyung, Junaidi, mengatakan, produk pascapanen cabai hiyung baru sekitar 300 kilogram cabai basah.
Menurutnya, dengan bantuan Pemerintah Kabupaten Tapin, luas tanaman cabai hiyung lebih banyak untuk mencukupi bahan baku dalam bentuk abon cabai dan sambal kemasan botol. "Kami sudah mengantongi izin produksi, nilai gizi, sertifikat halal dari MUI," katanya.
Label komposisi abon nantinya dalam bahasa Inggris dan Jepang, serta label bahasa Inggris dan Spanyol di kemasan botol, Junaidi mengaku masih dalam proses. "Sampel abon cabai hiyung sudah kami kirim ke Jepang dan Spanyol," katanya.
(Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/bupati-tapin-hm-arifin-arpan-cabai-rawit-desa-hiyung-senin-3182020.jpg)