Btalk
Hadir di BTalk, Eka Sebut Alam Dukung Kalsel Lahirkan Bibit Atlet Loncat Indah
Faktor alam di mana di Kalsel ini banyak sekali sungai-sungai yang dimanfaatkan oleh anak-anak untuk bermain
Penulis: Khairil Rahim | Editor: Hari Widodo
Editor : Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN-Cabang olahraga loncat indah di Kalsel pernah mengalami masa kejayaan yakni di era tahun 80 dan 90 an.
Cabor artistik ini pernah merajai loncat indah di PON Jakarta tahun 1996 dengan merebut tiga medali emas di bagian putri melalui Dwi Mariastuti dan Husaini Noor yang juga meraih tiga emas di kelompok putra.
Di SEA Games pun, Dwi Mariastuti menyumbangkan medali emas bagi Indonesia. Begitu juga Surya Saputra mendulang emas di PON maupun di SEA Games.
Kejayaan itu dilanjutkan Eka Purnama Indah. Pada 2016 lalu, wanita kelahiran 27 Mei 1983 ini menjadi yang terbaik dan menyabet medali emas di nomor loncat indah tiga meter putri cabang olahraga (cabor) Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX, di Bandung, Jawa Barat.
• Btalk Bersama Eka Purnama Indah, Bahas Regenerasi Loncat Indah Banua
• Atlet Loncat Indah Kalsel Eka Purnama Indah Pensiun, Pilih Jadi Pelatih
• Latihan Loncat Indah Diliburkan, Pelatih Minta Atlet Jaga Pola Makan
Tak hanya di tingkat nasional, Eka kerap berprestasi di ajang internasional. Melalui Sea Games 2013, Myanmar lalu dengan mempersembahkan medali perunggu.
Setelah Eka memilih pensiun dan menjadi dosen belum ada Peloncat indah Kalsel yang bisa menari nari diudara di gelanggang renang ajang internasional.
Eka mengaku memang untuk re generasi loncat indah di Banua sedikit terlambat karena terkendala sarana dan prasarana.
Sarana loncat indah biasa digunakan untuk atlet pemula di kolam renang Mulawarman Banjarmasin
standardnya hanya untuk level junior saja.
"Sementara untuk level senior jelas sangat tidak standar sama sekali," kata Eka yang hadir sebagai narasumber di acara Btalk Bicara Apa Saja Banjarmasin, Jumat (3/9/2020) sore.
Eka menjelaskan sejak di era dia latihan yakni pada 1996 kolam loncat indah yang berada di GOR Hasanuddin HM sudah dalam kondisi memprihatinkan.
Padahal di kolam itu banyak melahirkan atlet-atlet berbakat seperti Dwi purnama dan Eka sendiri.
Lalu kata mahasiswa studi S3, jurusan Pendidikan Olahraga di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di tahun 2000 kolam loncat indah semakin parah itu berdampak tidak bisa digunakan lagi fasilitas untuk para atlet berlatih.
Akibatnya sejak saat itu atlet loncat indah Kalsel mengungsi ke Surabaya dan Jakarta untuk melakukan latihan saat menghadapi event-event nasional.
Bahkan saat PON 2016 lalu, Eka terpaksa memilih latihan di Malaysia kolam renang di Jakarta yang biasa digunakan direnovasi untuk persiapan Asian Games.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/eka-purnama-indah-atlet-loncat-indah-kalsel.jpg)