Breaking News:

Wabah Corona

Covid-19 Bisa Sebabkan Infeksi Usus, Walau Tes Pernapasan Negatif

Temuan terbaru tentang Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona SARS-CoV-2 ini bisa menyebabkan infeksi usus berkepanjangan.

ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Seorang warga yang tidak mengenakan masker melintas, di depan mural yang berisi pesan waspada penyebaran virus Corona di kawasan Tebet, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per hari Selasa (8/9/2020) lima kabupaten/kota yang tercatat mengalami kenaikan risiko, sehingga saat ini ada 70 kabupaten kota dengan risiko tinggi dari pekan lalu sebanyak 65 daerah. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Temuan terbaru tentang Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona SARS-CoV-2 ini bisa menyebabkan infeksi usus berkepanjangan. Para ilmuwan di Universitas Cina Hong Kong menemukan bahwa virus corona dapat terus menginfeksi dan bereplikasi di saluran pencernaan, meski virus di saluran pernapasan telah hilang atau dinyatakan negatif.

Penemuan yang telah diterbitkan dalam jurnal medis GUT berimplikasi untuk mengidentifikasi dan menangani kasus. Organisas Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, SARS-CoV-2 menyebar melalui droplets atau percikan pernapasan yang mengandung virus dari mulut dan hidung penderitanya.

Namun, pada minggu-minggu pertama pandemi, para ilmuwan telah menyinggung virus ini kemungkinan juga bisa menular lewat tinja pasien.

Sebuah studi di bulan Februari mengamati 73 pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit provinsi Guangdong, China. Ahli dalam studi tersebut menemukan lebih dari setengah sampel tinja pasien positif mengandung SARS-CoV-2.

Penjualan Menurun Selama Pandemi Covid-19 , Ini Harapan Pembudidaya Ikan di Kapuas Kalteng

"Kami dulu menganggap SARS-CoV-2 hanya penyakit paru atau pernapasan biasa," kata Siew Chien Ng, asisten dekan kedokteran dan direktur asosiasi Pusat Penelitian Mikrobiota Usus, Universitas China dalam sebuah wawancara, Selasa (8/9/2020).

"Namun selama beberapa bulan terakhir, banyak bukti terkait SARS-CoV-2 yang memengaruhi saluran usus," imbuhnya seperti dilansir Bloomberg, Selasa (8/9/2020). Ng bersama koleganya mempelajari sampel tinja dari 15 pasien untuk lebih memahami aktivitas virus di saluran pencernaan.

Mereka menemukan tujuh pasien mengalami infeksi usus aktif. Sedangkan pasien lain tidak mengalami mual, diare, atau gejala pencernaan lainnya. Hasil tes tinja pasien positif sekitar seminggu setelah sampel pernapasan mereka negatif.

Obesitas Dapat Memperparah Dampak Covid-19

"Satu pasien masih positif setelah 30 hari," kata Ng.

Ng dan koleganya berencana melakukan tes lanjutan untuk menunjukkan partikel virus dari tinja mampu menyebabkan penyakit setelah menemukan penanda yang mengindikasikan virus itu dapat menular. Hingga kini ahli belum mengetahui bagaimana

SARS-CoV-2 masuk ke saluran pencernaan dan menyebabkan infeksi di usus.
Ng menduga, beberapa partikel infeksius dapat bertahan dengan lingkungan asam lambung. Dia melanjutkan, perawatan yang memodulasi mikrobioma usus harus dieksplorasi. Pasalnya, bakteri usus pasien Covid-19 menunjukkan hilangnya mikroba pelindung dan ada perkembangbiakan mikroba penyebab penyakit.

"Efeknya memburuk pada kasus Covid-19 yang diobati dengan antibiotik," katanya.

Gejala Berat Tes pemeriksaan feses Universitas China menawarkan tes pemeriksaan feses gratis kepada turis yang tiba di bandara sejak akhir Maret dan mengidentifikasi enam orang positif mengandung SARS-CoV-2 dalam tinjanya. Sejauh ini ada lebih dari 2.000 sampel yang diuji. Mulai Senin ini, 2.000 tes feses Covid-19 akan dilakukan setiap hari sebagai bagian dari deteksi orang tanpa gejala.

"Lebih dari satu pasien dinyatakan positif meski sampel pernapasan mereka negatif,"kata Francis K.L Chan, dekan kedokteran Pusat Penelitian Mikrobiota Usus, Universitas China.

"Tes feses akurat dan aman, membuatnya cocok dan lebih efektif untuk skrining Covid-19 untuk kelompok tertentu," imbuh Chan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Covid-19 Bisa Sebabkan Infeksi Usus Meski Tes Pernapasan Negatif", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/sains/read/2020/09/09/120100123/covid-19-bisa-sebabkan-infeksi-usus-meski-tes-pernapasan-negatif.

Editor: M.Risman Noor
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved