Kuliner
Populerkan Selada Banjar, Agus Sasirangan Jadikan Menu Banjar Ini Challenge di Dapoer Everywhere
Agus Sasirangan menjadikan Selada Banjar sebagai menu challenge dalam lomba masak Dapoer Everywhere. Agus ingin mempopulerkan kuliner Banjar ini
Penulis: Salmah | Editor: Hari Widodo
Editor : Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Selada Banjar adalah salah satu kuliner khas banua, namun menu yang satu ini belum sepopuler Soto Banjar, Ketupat Kandangan dan lainnya.
Jadi perlu promosi secara luas agar kuliner Banjar yang satu ini semakin dikenal.
Agus Sasirangan pun mengatakan, makanya lomba yang juga dalam rangka memeriahkan HUT Kota Banjarmasin ke-494 perlu mengangkat dan melestarikan budaya Banjar.
"Banyak masakan Banjar belum popular, termasuk selada Banjar. Sebab itu saya jadikan menu challenge dalam lomba, supaya masyarakat bisa lebih kenal dan menu ini bisa dijual di warung-warung," jelasnya di sela menjadi dewan juri pada Lomba Masak Dapur Everywhere by Bright Gas di Banjarmasin Post, akhir pekan tadi.
• Ini 4 Finalis Lomba Masak Dapoer Every Where - Bright Gas, Besok Final Bersama Chef Agus Sasirangan
• Dapoer Everywhere Sajikan Sup Ikan Gabus Anti Korona Bersama Chef Agus Sasirangan
Selada Banjar tampilannya mirip karedok khas Sunda atau gado-gado khas Betawi. Jadi, secara citarasa secara umum dipastikan cocok di lidah orang Indonesia.
"Bahkan menu ini sangat pas dikonsumsi di masa pandemi corona. Ya, ini makanan yang kaya sayuran. Perpaduan sayuran yang bagus dengan komposisi pas," kata Agus.
Karbohidrat didapat dari kentang, proteinnya dari daging dan telur, sayurannya ada wortel, kacang polong, selada, tomat.
Seni mengolah selada ini antara lain bagaimana memasak daging agar tidak keras atau alot dan tidak juga lembek.
• Resep Puding Cendol Ala Chef Agus Sasirangan, Inspirasi Hidangan di Idul Fitri 2020
Kemudian sausnya diolah secara tersendiri agar tercipta rasa yang lezat.
"Kalau di negara Barat ini termasuk makanan appetizer atau pembuka sebelum makan berat. Tapi kalau di daerah kita selada sudah jadi makanan berat atau utama," tandas Agus.
(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)