Breaking News:

Amandit Loksado Lestari Outbond Camp

Beroperasi Sejak 2014, Amandit Loksado Lestari Outbond Camp Tak Pernah Sepi

Amandit loksado Lestari Outbond Camp berdiri sejak 2014. Hingga kini, tak pernah sepi dari wisatawan

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
istimewa
Wisatawan yang mencoba trekking ke Pegungan Meratus Loksado. 

Editor : Hari Widodo

 BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Amandit loksado Lestari Outbond Camp, bergerak di bidang pemanduan outbond.

Sifatnya,  rekreasi dan training pengembangan karyawan dan tim.

Namun, pihak pengelola juga melayani parisiwisata, atau rekreasi group. Baik karyawan, mahasiswa, organisasi serta lembaga atau instansi.

 Pemilik jasa wisata dan outbond tersebut, Syaifur Rahman menjelaskan, wisata alam arung jeram, camping dan trekking menjadi basic  wisata alam yang ditawarkan kepada wisatawan dan pengguna jasa.

DIjelaskan, bambu rafting merupakan tradisi masyarakat Loksado yang dulunya menjadi  sarana trasportasi mengangkut hasil bumi ke Kandangan.  

Baca juga: Setelah Basah-basahan Berarung Jeram, Wisatawan Bisa Request Nasi Humbal Iwak Bapalan

Baca juga: Pilih Jajal Rafting Pakai Rakit Bambu, Perahu Karet Atau Trekking ke Hutan Meratus Ini Tarifnya

Baca juga: Tersedia Balai Menginap Desain Unik, Bangunan dari Bambu dan Limbah Kayu Lurus

 Seiring berkembangnya transportasi darat, rakit bambu tak lagi digunakan secara aktif sebagai trasportasi, hingga akhirnya menjadi atraksi .

Arus sungai Aandit yang deras menjadi potensi yang dapat ditawarkan kepada wisatawan dengan kekhasannya, yaitu mengarungi jeram sungai pakai rakit bambu

 “Bagi yang ingin pakai perahu karet, kami sediakan pula perahu karet,”kata Camang.

Disebutkan, dengan paket wisata alam dan outbond yang ditawarkan ke wisatawan, sejak dibuka sekitar tahun 2014 lalu, tak pernah sepi dari jadwal kegiatan.

Kecuali  saat pandemi sebelum new normal, sempat ditutup.

Baca juga: Menginap di Dalam Tenda Tepi Sungai Loksado Berhawa Dingin, Rasakan Sensasi Ini

“Sekarang dibuka kembali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,”kata Camang yang kini bekerjasama dengan masyarakat lokal, dalam mengelola jasa wisata tersebut. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved