Wabah Corona di Kalsel

Tim Pakar ULM Khawatirkan Ledakan Kasus Covid-19 Makin Besar Pascapilkada, Begini Sarannya

Tingkat pertumbuhan kasus harian Kalsel pada rentang waktu 1-12 Desember 2020 sudah cukup mengkhawatirkan.

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Eka Dinayanti
ULM untuk BPost
Anggota Tim Pakar Percepatan Penanganan Covid-19 Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Hidayatullah Muttaqin, SE., MSI., Pg.D, 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Penduduk Kalimantan Selatan (Kalsel) yang terkonfirmasi terinfeksi virus Corona (SARS-CoV2) sudah mencapai 13.967 warga dengan jumlah kesembuhan sebanyak 12.570 orang dan kematian 552 kasus hingga Sabtu (12/12/2020).

Tingkat pertumbuhan kasus harian Kalsel pada rentang waktu 1-12 Desember 2020 sudah cukup mengkhawatirkan.

Rata-rata pertumbuhan kasus baru pada periode tersebut adalah 66 kasus per hari.

Angka ini sudah lebih besar dari rata-rata kasus harian bulan Oktober dengan 49 kasus dan November 44 kasus per hari.

Baca juga: Jika Sekolah Dibuka, Tim Pakar Covid-19 ULM Berharap Munculnya Kluster Keluarga Diwaspadai

Baca juga: UPDATE Gisella Anastasia, Mimik Gisel Saat Raih Penghargaan Hingga Postingan Hotman Paris Terbaru

Baca juga: Hasil Pilkada Kalsel 2020, Pasangan Paman BirinMU Unggul di Batola, ini Kata Pengamat

Angka rata-rata pertumbuhan kasus harian 1-12 Desember ini juga sudah mendekati keadaan bulan Agustus dan September.

Dimana pertumbuhan kasus baru masing-masing berada pada tingkat 71 dan 69 kasus per hari.

Menurut Anggota Tim Pakar Percepatan Penanganan Covid-19 Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Hidayatullah Muttaqin, SE., MSI., Pg.D, perkembangan ini berkaitan dengan peningkatan kasus nasional.

Ida menilai ledakan kasus pada tingkat nasional yang sudah terjadi sejak bulan Nopember lalu karena faktor liburan panjang di akhir bulan Oktober juga merembet ke Kalsel.

Dengan perkembangan demikian, Ia memprediksi potensi ledakan kasus Covid-19 di Kalsel di Bulan Desember ini bisa melampaui keadaan bulan Agustus.

"Potensi ledakan ini terjadi sebagai akibat adanya momen pilkada yang baru saja berlalu di mana efeknya akan terlihat pada satu hingga dua minggu ke depan. Di samping itu liburan panjang akhir tahun juga dapat memperluan skala pertumbuhan kasus harian Covid-19 khususnya pada bulan Januari yang akan datang," terangnya.

Hal ini tentu tidak diharapkan terjadi karena akibatnya yang fatal, mengingat setiap terjadi kasus baru, maka bertambah banyak potensi warga yang meninggal.

Hal ini tergambar dari angka tingkat kematian atau case fatality rate akibat Covid-19 di Kalsel cukup tinggi, yaitu 3,95 persen.

"Ini artinya rata-rata dari 100 penduduk yang terinfeksi virus Corona, 4 di antaranya meninggal," terangnya.

Semakin tinggi kasus baru terjadi juga menyebabkan tenaga dan fasilitas kesehatan yang tersedia semakin kewalahan menangani pasien.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved