Ekonomi dan Bisnis

Puncak Kenaikan Harga, Karet Kalsel Tembus Rp 19.500 Per Kilogram

petani karet di Kalsel pada Oktober lalu kembali merasakan puncak kenaikan harga karet yang mencapai Rp 19.500 per kilogram.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi (Disbunak) Kalimantan Selatan, Hj Suparmi. 

Salah satu penyebab kenaikan karena Cina sebagai negara tujuan ekspor terbesar mulai berhasil mengendalikan Covid-19 dan memulihkan perekonomiannya.

Saat anjloknya harga karet, pabrik karet masih buka meski dengan sistem buka-tutup atau sehari melakukan pembelian karet ke petani, sehari tidak. Upaya ini dilakulan supaya petani karet jangan sampai tidak laku karetnya.

"Meski harganya turun, karet masih bisa dijual untuk keberlangsungan kehidupan petani dan Alhamdulillah himbauan untuk tidak menutup pabrik, dipatuhi oleh perusahaan dibawah GAPKINDO Kalselteng," jelasnya.

Suparmi mengatakan, meski pandemi Covid-19 belum berakhir,  tetapi ekonomi harus tetap berjalan. Artinya, Kalsel harus mengendalikan pandemi sekaligus membangkitkan ekonomi.

"Sub sektor perkebunan termasuk yang stabil khususnya pertanian secara umum, termasuk perkebunan dan peternakan, meskipun ada turun naik tetapi jalan terus," urainya.

Perlu diketahui karet merupakan komoditas perkebunan unggulan Kalsel selain kelapa sawit.

Jumlah luas areal karet di Kalsel saat ini mencapai 270.825  hektar dengan produksi karet 194.930 kilogram/tahun dan produktivitas sebesar 1.031 kilogram/tahun.

Baca juga: Sidang Tera Dilaksanakan di Pasar Karet Rakyat di Tabalong, Timbangan Rusak Langsung Diperbaiki

"Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Disbunak  terus mendorong peningkatan produksi dan produktivitas melalui kegiatan peremajaan karet dengan dana dari APBN, APBD provinsi dan kabupaten sentra karet. Tahun 2021, kegiatan kami  selain peremajaan, juga mendorong pengolahan dan pemasaran melalui pembentukan UPPB," jelasnya.

Pembentukan UPPB ditargetkan mencapai  650  unit se-Kalsel pada 2024. Kemuduan pada 2021, ditargetkan terbentuk 100 UPPB. Saat ini, sudah terbentuk 151 UPPB di Kalsel.

(banjarmasinpost.co.id /nurholis huda)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved