Banjir di Kalsel
Dua Jembatan Terancam Ambrol, Jalan di Ilung Kabupaten HST Amblas
Jembatan rusak di Desa Kadundung dan Desa Kapar, sedangkan jalan longsor di Desa Ilung Pasar Lama, Kabupatem HST, Provinsi Kalsel.
Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Dua jembatan terancam ambruk di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan. Bahkan, ada bagian jembatan yang sudah ambruk akibat terbawa air banjir.
Dua jembatan itu berada di Desa Kadundung dan Desa Kapar. Padahal, kedua jalan ini merupakan jalan nasional penghubung ke kabupaten tetangga. Beruntung dua jembatan ini bisa segera diperbaiki menggunakan semen.
Selain itu ada ruas jalan sepanjang 20 meter yang longsor di kawasan ilung. Tepatnya, Desa Ilung Pasar Lama, Kecamatan Batang Alai Utara.
Akibatnya, jalan raya dari Desa Ilung Pasar Lama menuju Desa Sumanggi tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.
Baca juga: Banjir di Kalsel, Satlantas Polres Tabalong Beri Bantuan untuk Korban di Kabupaten HST
Baca juga: VIDEO Smote Ireng Tabalong Buka Akses ke Lokasi Terisolir di Hantakan HST
Warga Ilung, M Yasin mengatakan, ruas jalan itu longsor begitu saja. "Kejadiannya Rabu, 20 Januari, siang. Tiba-tiba saja amblas," ujarnya.
Ia berharap, jalan di sana segera diperbaiki. Mengingat, jalan ini merupakan akses penting.
Selain itu, pascabencana banjir bandang yang terjadi Rabu (13/1/2021) malam, telah merendam 10 kecamatan termasuk Barabai selama empat hari.
Dampaknya, 10 jembatan gantung hanyut, tiga jembatan kabupaten hilang, 52 tempat tempat ibadah rusak, 83 desa terdampak banjir, 29.127 kepala keluarga, 57.624 jiwa terdampak, 9 orang meninggal, 6 orang hilang, 8.173 orang mengungsi, 28 sekolah rusak, 13 kantor rusak, 264 rumah hilang dan 340 rumah rusak berat.
Baca juga: OSIS SMAN 3 Barabai Bantu Korban Banjir di HST
Baca juga: Banjir di Kalsel, TNI dan Polri Distribusikan Paket Bantuan Presiden di Kabupaten HST
Kepala Dinas PUPR HST, Ahmad Zaid, membeberkan, data sementara ada 10 jembatan gantung rusak dan 3 jembatan kabupaten rusak berat.
Jembatan gantungan yakni di Kecamatan Hantakan dan Batu Benawa. Rinciannya, di Aluan, Alat 2 jembatan, Kundan menuju Himpun 1, Arangani, Hinas Hanan Datar Ajab, Mangkiling dan Desa Baru 2.
Sedangkan jembatan aset kabupaten, yakni di Timan Patikalain menuju Papagaran, Kundan dan Ambih. Pihaknya belum dapat menaksir jumlah kerugian.
Menurut Zaid pihaknya akan melakukan inventarisir infrastruktur yang rusak termasuk jalan.
"Kalau perbaikan, jelas perlu anggaran lebih dari Rp 50 miliar. Itu untuk jembatan. Belum lagi infrastruktur lain" bebernya.
Sementara, pihaknya melakukan perbaikan sementara. Sedangkan perbaikan permanen akan dilakukan nanti pasca bencana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/longsor-desa-ilung-pasar-lama-kabupaten-hst-provinsi-kalsel-kamis-21012021.jpg)