Breaking News:

Pilkada Kalsel 2020

Berikan Jawaban di Sidang MK, Kuasa Hukum KPU Kalsel : Permohonan H2D Tidak Jelas

Sidang kedua perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) dengan perkara nomor 124 terkait Pilgub Kalsel Tahun 2020 dilaksanakan oleh Mahkamah Konstitusi

Capture Youtube BPost
Suasana sidang kedua PHPU Nomor Perkara 124 Pilgub Kalsel digelar oleh MK RI dan disiarkan secara langsung di Kanal YouTube MK RI 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sidang kedua perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) dengan perkara nomor 124 terkait Pilgub Kalsel Tahun 2020 dilaksanakan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) RI di Jakarta, Senin (1/2/2021). 

Dalam sidang kedua yang dipimpin Hakim MK, Suhartoyo ini, pihak termohon yaitu KPU Provinsi Kalsel menyampaikan jawaban terkait permohonan yang disampaikan pemohon yaitu Paslon Nomor Urut 2 di Pilgub Kalsel, H Denny Indrayana-H Difriadi (H2D) pada sidang sebelumnya. 

KPU Provinsi Kalsel, Sarmuji yang juga hadir di ruangan sidang melalui Kuasa Hukumnya, Ali Nurdin menyatakan permohonan Paslon H2D tidak jelas. 

Disampaikan Ali Nurdin, sesuai ketentuan Pasal 8 Ayat 3 Huruf B Angka 4 dan 5 Peraturan MK Nomor 6 Tahun 2020 mengatur bahwa alasan alasan permohonan pada pokoknya seharusnya memuat penjelsan mengenai kesalahan hasil penghitungan suara oleh termohon dan hasil penghitungan suara yang benar menurut pemohon. 

Tak Rela Dituduh Curang, KPU Kalsel Siap Buktikan Gugatan H2D di Mahkamah Konstitusi

Hadapi Sidang PHPU Pilgub Kalsel 2020 di MK, KPU Kalsel Gandeng AnP Law Firm 

Namun pemohon, kata Ali Nurdin, dalam permohonannya yang mempersoalkan beberapa pelanggaran dan kecurangan di Pilgub Kalsel tidak memuat penjelasan mengenai kesalahan hasil penghitungan suara yang ditetapkan termohon yaitu KPU Provinsi Kalsel. 

"Perlu dicatat bahwa pemohon tidak mempersoalkan hasil penghitungan yang ditetapkan oleh termohon, jadi permohonan tidak jelas dan tidak sesuai dengan PMK 6 Tahun 2020," kata Ali Nurdin. 

Selain itu, banyaknya alternatif permintaan yang diminta oleh pemohon dalam petitum permohonannya juga dinilai Ali Nurdin memperkuat ketidakjelasan permohonan. 

Ali merujuk pada permohonan alternatif nomor 2, 3 dan 4, dimana Paslon H2D dalam alternatif2meminta perolehan suara di sejumlah kecamatan di Kabupaten Tapin dinihilkan. 

Namun di alternatif 3 meminta untuk dilakukan pemungutan suara ulang (PSU) menyeluruh di kecamatan tersebut dan di alternatif 4 meminta untuk dilakukan PSU di sejumlah TPS di kecamatan tersebut. 

Halaman
123
Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved