Berita Banjarbaru
Dapat Bantuan Buku dan Peralatan Rusak, Siswa Terdampak Banjir kembali Belajar Daring
Untuk sekolah dasar (SD) pembelajaran daring di rumah mulai kembali diwajibkan sejak Senin (1/2/20201).
Penulis: Khairil Rahim | Editor: Hari Widodo
Editor : Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Setelah diberikan kelonggaran Dinas Pendidikan (Disdik) kota Banjarbaru mulai kembali memberlakukan pembelajaran daring bagi siswa yang terdampak banjir.
Sebelumnya siswa dan guru terdampak boleh tidak mengikuti sekolah daring di rumah karena mengungsi dan buku sekolah yang rusak akibat banjir.
Khusus untuk sekolah dasar (SD) bahkan pembelajaran daring di rumah mulai kembali diwajibkan sejak Senin (1/2/20201).
Kepala SDN 2 Bangkal, Yuli mengatakan sekolah yang paling terdampak banjir sehingga semua siswa sekolah daring diiburkan sudah kembali aktif belajar.
"Alhamdulillah, mula hari ini mereka kembali bisa belajar lagu di rumah melalui daring," kata Yuli.
• Banjir di Kalsel 2021, Terdampak Banjir Puluhan Sekolah di Tanahlaut Kurangi Jam Belajar Daring
• Dampak Belajar Daring, Guru SMAN 1 Kandangan Ini Sebut Tak Kenal Siswanya di Dunia Nyata
• Masih Terapkan Belajar Daring, SMA di HSS Masih Gunakan Kurikulum Darurat
Bagaimana dengan peralatan belajar mengajar yang rusak terendam, Yuli mengaku solidaritas para orang tua murid melalui komite SDN 3 Sei Besar ikut membantu.
"Mereka membantu dengan bantuan buku tulis dan alat tulis untuk semua siswa," kata Yuli.
Dengan memiliki kelengkapan belajar maka siswa pun kembali semangat sekolah walau belajarnya melalui daring di rumah.
Untuk hape pintar, Yuli mengaku selama banjir orangtua siswa mampu menyelamatkannya sehingga siswa yang terdampak banjir masih bisa belajar kembali.
Yuli menambahkan berdasarkan data sementara sebanyak 109 siswa dan guru honor 1 orang dan penjaga sekolah 1 orang terdampak.
Kepala Bidang Bina Disdik Banjarbaru, Edy Yuana Pribadi membenarkan proses belajar mengajar siswa SD terdampak banjir kembali aktif melalui pembelajaran daring.
"Saat ini masih daring karena belum dilaksanakan pembelajaran tatap muka," kata dia.
Edy pun bersyukur banyak warga yng peduli karena kemarin dilaksanakan pemberian bantuan terdampak banjir.
"Saat ini masih difokuskan pada pendataan siswa dan GTK terdampak banjir untuk diusulkan pemberian bantuan pascabanjir ke pusat maupun daerah," tambah dia.
Sementara bagi siswa SMP pembelajaran daring bagi korban berdampak banjir ternyata sudah dilakukan sejak satu pekan lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pengungsi-korban-banjir-di-masjid-darussolihin-guntung-harapan-banjarbaru-provinsi-kalsel-19012020.jpg)