Ekonomi dan Bisnis
Kebun Karet Seluas 1.358 Hektare di Kalsel Terdampak Banjir
Banjir merendam perkebunan karet di sejumlah daerah di Provinsi Kalsel sehingga merugikan para petani.
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dua sektor yang jua terdampak banjir di Kalimantan Selatan adalah perkebunan karet dan perkebunan kelapa sawit.
Banjir di Kalimantan Selatan cukup berdampak pada usaha di perkebunan karet dan perkebunan kelapa sawit.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, Hj Suparmi, Kamis (4/2/2021), terkait cukup luas areal yang terendam.
Pada perkebunan karet, lahan yang terdampak banjir seluas 1.358 hektare. Tiga daerah, Kabupaten Balangan, Kabupaten HST dan Kabupaten Banjar, cukup banyak arealnya yang terdampak.
"Untuk karet, ada yang terendam pada masa peremajaan dan alat sadapnya ikut hanyut. Untuk sawit, ada di Kabupaten Banjar yang juga terendam," kata Hj Suparmi.
• Puncak Kenaikan Harga, Karet Kalsel Tembus Rp 19.500 Per Kilogram
• Gapki Pusat Prediksikan Produksi Sawit Mencapai 49 Juta Ton di 2021
Sedangkan dari total luasan 426.445 hektare kebun sawit, sekitar 990 hektare terdampak banjir. Kerugian ditaksir hingga miliaran rupiah.
Sebab, petani kelapa sawit dalam modal per hektarenya sekitar Rp 37 juta. Namun, rata-rata lahan sawit rakyat yang terdampak adalah di luar anggota kelompok Gabungan Pengusaha Sawit Indonesia (Gapki) Kalsel.
Diuraikannya, data perkebunan yang terdampak ini didapat dari petugas Perkebunan di Kabupaten kota dan juga laporan langsung.
"Kalau ditotal, bukan hanya karet dan sawit tapi juga termasuk perkebunan lainnya, maka di sektor perkebunan mengalami kerugian sementara Rp 7,1 miliar," sebutnya.
Untuk penanganan, bagi perkebunan yang terdampak banjir, diusulkan ke pusat untuk mendapatkan bantuan.
• Kadisbunak Kalsel : Puncak Kenaikan Harga Karet Terjadi Pada Oktober
• Sawit Melimpah, Kalsel Berpotensi Kembangkan Industri Pulp Kertas
"Kami ingin semua dapat bantuan dari sumber mana pun untuk meringankan beban hidup mereka. Ini demi bangkitnya ekonomi pekebun dan peternak. Kalau tidak, maka akan berdampak kepada penurunan kesejahteraan mereka," tuturnya.
Pihaknya tengah mengomunikasikan bantuan untuk para pekebun dan peternak melalui beberapa jalur. Mulai dari APBD Pemprov Kalsel, APBN melalui kementerian terkait, serta Badan Pengelolaan dan Pembangunan Kelapa Sawit (BPPKS).
"Di BPPKS ada beberapa program bantuan, khusus untuk sawit. Pada kondisi saat ini, kami bisa mengusulkan bantuan melalui sarpras bencana. Seperti, penanaman kembali tanaman yang rusak, serta bantuan pupuk dan saprodi lainnya," runutnya.
Di luar BPPKS, mengusulkan bantuan untuk peternak dan pekebun terdampak banjir ke Pemprov Kalsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/petani-karet-desa-damithulu-batuampar-tanahlaut.jpg)