Erupsi Gunung Merapi

Gunung Merapi Kini Punya Dua Kubah Lava, Pertama Kali Dalam Sejarah Merapi

Setelah beberapa kali mengeluarkan guguran lava pijar, kini muncul dua kubah lava di Merapi.Begini kata BPPTKG

(KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA)
Tangkapan layar dari kamera pemantuan Gunung Merapi yang terlihat adanya cahaya pada malam tahun baru.Gunung Merapi Kini Punya Dua Kubah Lava, Pertama Kali Dalam Sejarah Merapi 

Hanik menjelaskan dua kubah lava di Gunung Merapi ini karena adanya pelebaran aktivitas keluarnya magma.

Dari data hiposenter pelebaran aktivitas keluarnya magma ini terlihat sejak bulan November- Desember 2020.

"Ada pelebaran, ternyata ujung yang sebelah kiri keluar menembus di lava 1997 dan ujung yang sebelah kanan menembus kubah lava yang ada di tengah sekarang ini," tuturnya.

Menurutnya, dua kubah lava ini masih dalam satu area.

Selain itu, kata dia, dua kubah lava ini juga masih dalam satu jalur.

"Jadi itu bukan ada Dua kepundan, itu tidak. Masih satu jalur, masih satu area tetapi titik lemahnya ada dua ujung itu tadi," urainya.

BPPTKG mencatat pada tanggal 4 Februari 2021 volume kubah lava 2021 di Barat Daya terukur sebesar 117.400 m3.

Lereng Gunung Tak Ada Lagi Pohon, BPBD HSS Sebut Loksado Berpotensi Longsor

Dukung Pipanisasi ke RSUD Tanbu, PUPR Tanbu Bangun Booster di Gunung Tinggi Batulicin

Terjadi pertumbuhan kubah lava dengan laju pertumbuhan 12.600 m3/hari.

"Kita mencoba dengan drone hari ini tapi gagal, karena selalu tertutup kabut. Tetapi ini kubah lava (yang ada di tengah kawah) belum terlalu besar, pertumbuhanya juga sangat lambat," ungkapnya.

Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi tanggal 29 Januari-4 Januari 2021 dalam minggu ini kegempaan Gunung Merapi tercatat 1 kali Awanpanas guguran (AP), 31 kali gempa Fase Banyak (MP), 574 kali gempa Guguran (RF), 14 kali gempa Hembusan (DG) dan 8 kali gempa Tektonik (TT).

"Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih rendah dibandingkan minggu lalu. Deformasi Gunung Merapi mengalami penurunan signifikan sejak 12 Januari," urainya.

Sampai saat ini aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi afusif.

Status aktivitas Gunung Merapi ditetapkan dalam tingkat Siaga (Level III).

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor Selatan-Barat Daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved