Breaking News:

Berita Banjarmasin

Kasus Longsor Tambang Batubara Manualan di Tanbu, 4  Karyawan PT CAS Jadi Tersangka

Kasus Tewasnya 10 penambang manualan di lubang tambang batubara PT CAS di Desa Mentawakan Mulya, Kecamatan Mentewe menyeret empat tersangka

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto (memegang mic) memimpin konferensi pers di Mapolda Kalsel terkait kasus pertambangan bawah tanah tanpa izin di Tanbu, Kalsel. (Kanan) Empat karyawan PT CAS jadi tersangksa 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN -  Kasus Tewasnya 10 penambang manualan di lubang tambang batubara PT CAS di Desa Mentawakan Mulya, Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanbu menyeret empat tersangka.

Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto mengatakan, sudah ada empat tersangka yang ditetapkan dalam kasus tewasnya 10 penambang di lokasi Tambang Manualan, di Tanbu.

Mereka adalah oknum karyawan PT CAS, yaitu berinisial AR selaku kepala teknik tambang, JS selaku manajer operasional, US selaku pengawas tambang dan S selaku wakil pengawas tambang.

Keempatnya ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan pemeriksaan dan didapati indikasi kelalaian yang menyebabkan insiden longsornya dinding terowongan galian bawah tanah tersebut sehingga menimbulkan 10 orang korban jiwa.

Kejati Kalsel Tunggu Penyerahan Berkas Kasus 10 Orang Tewas dalam Tambang di Kabupaten Tanbu

Longsor Tambang Manualan di Tanbu Tewaskan 10 Penambang, Polda Kalsel Tetapkan Tersangka

 

Jasad Satu Korban Pekerja yang Tertimbun di Tambang Batu Bara Manual Mentewe Tanbu Ditemukan

Disampaikan Kapolda, sebelumnya ada sebanyak dua puluh empat saksi termasuk satu orang saksi ahli yang dimintai keterangannya terkait kasus tersebut.

"Dari kejadian kita telusuri ada kelalaian dari pemilik pit underground tersebut yaitu PT CAS. Dimana mereka membiarkan, paham, tahu dan bahkan dalam tanda petik di bawah tangan membolehkan mereka menambang di situ tanpa memperhatikan unsur keamanan dan keselamatan," terang Irjen Pol Rikwanto.

Padahal pit galian tersebut seharusnya sudah tidak lagi digunakan untuk kegiatan penambangan batubara. 

Ia juga membeberkan sejumlah kronologis yang terjadi pada insiden tersebut.

Menurutnya, hasil pemeriksaan dan pendalaman Polisi, diketahui terowongan galian bawah tanah tersebut berada di pit bekas tambang PT CAS dan menjalar hingga ke bawah danau bekas lubang galian tambang konsesi PKP2B milik perusahaan tambang lainnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved