Serba Serbi Rutan Kualakapuas

Warga Binaan Kualakapuas Diajari Budidaya Jamur Tiram

Rutan Kualakapuas saat ini mulai mencoba mengelola budidaya jamur tiram untuk diajarkan kepada warga binaan

Penulis: Fadly Setia Rahman | Editor: Hari Widodo
Rutan kualakapuas untuk BPost
Kepala Rutan Kelas II B Kualakapuas bersama penyuluh pertanian saat mengecek budidaya jamur di ruang bimbingan kerja Rutan Kelas IIB Kualakapuas. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Ragam upaya pembinaan dan pelatihan bagi Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) dilakukan oleh Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kualakapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng). Mulai dari budidaya ikan, holtikultura, pertanian hingga kerajinan tangan.

Menjadi tambahan keterampilan, agar para WBP nantinya saat kembali ke tengah masyarakat sudah memiliki keterampilan yang bermanfaat dan dapat digunakan sebagai sumber mata pencaharian.

Terbaru, Rutan Kualakapuas saat ini mulai mencoba mengelola budidaya jamur tiram. Ini tentu bisa menjadi tambahan wadah bimbingan kerja bagi para WBP.

Enam bulan terakhir ini Rutan bersinergi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas dalam hal mengelola budidaya jamur.

Baca juga: Rutan Kuala Kapuas Ajak Warga Binaan Budidaya Ikan Patin

Baca juga: Warga Binaan di Rutan Barabai Ini Diajari Cara Memandikan Jenazah Hingga Mengkafani

Baca juga: Geledah Dua Blok Ini, Petugas Rutan Kelas II B Barabai Temukan 1 Pisau dan Sendok

Pihak Dinas Pertanian pun baru saja melakukan kunjungan ke Rutan Kualakapuas untuk memonitoring dan mengevaluasi proses budidaya jamur selama ini.

Lokasi budidaya jamur berada di ruang bimbingan kerja Rutan Kualakapuas. Pengecekan dilakukan mulai dari baglog tempat jamur, proses penyiraman dan hasil jamur yang telah dipanen.

Kepala Rutan Kelas II B Kualakapuas, Toni Aji Priyanto saat itu sempat menanyakan banyak baglog yang tidak tumbuh jamur dengan sempurna bahkan ada yang sudah tidak produktif.

Penyuluh Pertanian, Fitri, menyampaikan bahwa maksimal umur baglog bisa tumbuh sempurna hanya sampai enam bulan saja.

Jadi ketika baglog berusia lima bulan harus sudah menyiapkan baglog baru sebagai penggantinya nanti.

Lalu, baglog yang sudah tidak terpakai lagi jangan dibuang, karena masih bisa dimanfaatkan untuk pupuk.

Disampaikannya pula, proyeksi bisnis untuk jamur tiram di Kapuas sangat bagus, harga per kilogram mentah nya Rp 40.000.

"Kalau diolah jadi jamur crispy bisa mencapai Rp 140.000. pemasaran tidak hanya di Kapuas bisa sampai ke Kalimantan Selatan," kata Fitri beberapa waktu lalu.

Melihat peluang itu, mendasari ide untuk menjadikan budidaya jamur di Rutan Kuala Kapuas sebagai Balai Pendidikan dan Pelatihan budidaya jamur bagi WBP.

"Sehingga diharapkan sekembalinya mereka ke tengah masyarakat sudah memiliki keterampilan yang bermanfaat dan dapat digunakan sebagai sumber mata pencahariannya," kata Kepala Rutan, Toni Aji Priyanto.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved