Breaking News:

Berita Kalteng

Lokakarya 3 Pendidikan Guru Penggerak Digelar Disdik Kapuas, Ini yang Diharapkan

Disdik Kapuas gelar lokakarya 3 Pendidikan Guru Penggerak (PGP) bagi peserta calon guru penggerak, kepala sekolah dan pengawas pembina di Kalteng.

Disdik Kapuas
Kadisdik Kapuas H Suwarno Muriyat saat Lokakarya 3 PGP di Kapuas Kalteng. 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Lokakarya 3 Pendidikan Guru Penggerak (PGP) bagi peserta pendidikan Calon Guru Penggerak (CGP) berikut Kepala Sekolah dan Pengawas Pembina.

Peserta dari Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau dan Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah.

Kegiatan dilaksanakan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kapuas bersama Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (PPPPTK IPA) Bandung.

Kadisdik Kapuas, H Suwarno Muriyat, menegaskan jika program PGP merupakan langkah strategis dari pemerintah untuk mewujudkan guru yang berdaya dan memberdayakan.

Yakni dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta berorientasi pada peningkatan proses dan hasil belajar peserta didik.

Baca juga: Sosialisasi Juknis dan Aturan Pengelolaan Dana BOS 2021, Ini Pesan Kasi Penmad Kemenag Kapuas

Baca juga: Aktif PPKM Mikro, Masjid Agung Al Mukarram Kualakapuas Kalteng Dapat Penghargaan Masjid Tangguh

Baca juga: Polres Tapin Tangkap 8 Orang Kasus Curanmor, Hasil Operasi Jaran Intan 2021

“Lokakarya 3 harus ada perubahan dan peningkatan yang signifikan. Peserta CGP didampingi oleh Kepala Sekolah dan Pengawas Pembina guna mempertajam visi dan misi dari sekolah masing-masing," katanya, Senin (22/2/2021).

Dilanjutkannya, jika saat lokakarya 3 masih sama saja dengan lokakarya sebelumnya, berarti terjadi stagnan dan harus dievaluasi agar lebih baik.

Ia pun berharap dengan diadakannya lokakarya 3 ini, seluruh peserta saling berbagi pengalaman serta menganalisis hasil pembelajaran juga mengakomodir harapan warga sekolah terhadap pembelajaran yang berdampak kepada murid.

"Selanjutnya merumuskannya dalam bentuk dokumen awal visi, misi dan program sekolah serta adanya kesepakatan rencana aksi jangka pendek untuk dilaksanakan di sekolah. Peserta CGP adalah pemimpin pembelajaran dan pedagogi serta penggerak komunitas belajar," ungkapnya.

Ia pun memberi contoh penyelenggaraan pendidikan di beberapa negara karena mengedepankan budaya kerja dan berproses membangun kognitif, afektif dan psikomotorik.

"Sehingga mampu membentuk karakter peserta didik menjadi sumber daya manusia handal," tandasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Fadly SR)

Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved