Berita Kalteng
Dampak Covid-19, Setahun Yayasan BOS Tidak Melakukan Pelepasliaran Orangutan
Setahun Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOSF) tidak melakukan pelepasliaran orangutan hasil rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Nyaru Mentang
Penulis: Fathurahman | Editor: Hari Widodo
Editor : Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Sudah hampir setahun selama masa Pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia termasuk Kalimantan Tengah, Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOSF) tidak melakukan pelepasliaran orangutan hasil rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Nyaru Mentang Palangkaraya.
CEO Yayasan Borneo Orangutan Survival Jamartin Sihite, Selasa (23/2/2021) mengatakan, selama masa Pandemi Covid-19 hampir setahun, pihaknya tidak melakukan lepasliar, karena Covid-19.
Meski begitu, pihaknya tetap komitmen penuh bagi upaya pelestarian orangutan.
Pihaknya, memanfaatkan jeda hampir setahun ini untuk menyusun dan mematangkan sejumlah protokol baru pelaksanaan kegiatan di tengah pandemi untuk melanjutkan aksi penyelamatan orangutan.
Baca juga: Perjalanan Pelepasliaran Orangutan di Bukit Batikap Murungraya Kalteng Perlu 3 Hari 2 Malam
Baca juga: Yayasan BOSF Lepasliarkan 7 Orangutan Pakai Helikopter di Hutan Lindung Bukit Batikap Kalteng
Baca juga: Yayasan BOS Pindahkan Tiga Orangutan Hasil Rehabilitasi ke Pulau Badak Kecil Pulang Pisau Kalteng
"Kami melakukan tes berkala bagi para staf dan pastikan semua yang berinteraksi dengan orangutan aman dari virus Covid-19, dan pastikan orangutan yang kami kirim ke luar pusat rehabilitasi sehat serta bebas virus SARS-CoV-2," ujarnya.
Pihaknya telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan menyiapkan upaya mitigasi seandainya ada orangutan yang menunjukkan gejala terpapar virus tersebut.
"Pemanfaatan helikopter pun bertujuan mengurangi risiko penyebaran virus Covid-19 dengan meminimalisir interaksi dengan manusia, terutama penduduk desa di jalan yang biasanya kami lalui," ujarnya.
Dia bersyukur semua prosedur yang diterapkan sampai hari ini berhasil.
Dia mengatakan, pihaknya akan terus berupaya untuk mencegah penularan virus Covid-19 kepada orangutan, baik yang di rawat maupun yang telah dilepasliarkan ke alam liar seperti ke Bukit Batikap Kabupaten Murungraya, Kalteng.
Keberhasilan pelepasliaran tersebut tidak lepas dari peran serta berbagai pihak.
Baca juga: Dievakuasi ke Pusat Penyelamatan IAR Indonesia Ketapang, Begini Kondisi 2 Orangutan dari Jawa Tengah
Yayasan BOS bersama BKSDA Kalteng dan Kaltim, berterima kasih kepada Pemprov Kalteng dan Kaltim Pemkab Murungraya dan juga kepada masyarakat atas dukungan dan kerja samanya.
"Kami juga berterima kasih untuk dukungan dan kontribusi organisasi mitra global kami dan lembaga lainnya," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id/faturahman)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/yayasan-bos-saat-dilepasliarkan-di-hutan-lindung-bukit-batikap.jpg)