Berita HST

Sidak ke Hutan Lindung Mangkiling Sebelum Banjir HST, Warga Temukan Fakta Illegal Logging di Meratus

Warga Pantai Mangkiling dan Bayuana, anak Desa Datar Ajab menyaksikan ulah para penebang liar memotong pohon-pohon besar dengan chainsaw

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
Warga Pantai Mangkiling untuk BPost
Warga Bayuana dan Mangkiling anak Desa Datar Ajab saat memantau langsung aksi penebangan pohon secara liar di hutan lindung Meratus, KecamatanHantakan, Hulu Sungai Tengah (HST) Desember 2020 lalu. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Fakta adanya penabangan kayu di hutan pegunungan Meratus di Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel  yang merambah wilayah hutan lindung, menurut masyarakat setempat benar adanya.

Pada 19 Desember 2020, warga Pantai Mangkiling dan Bayuana, anak Desa Datar Ajab melakukan semacam inspeksi mendadak (sidak).

Warga pun memergoki ulah para penebang, sedang memotong pohon-pohon besar menggunakan mesin chainsaw.

Sahran, salah satu warga yang memantau hutan di wilayah Pantai Mangkiling mengatakan, melihat langsung bersama 12 warga lainnya aksi penebangan kayu berusia puluhan bahkan mungkin ratusan tahun itu ditebangi.

Baca juga: Pasca Banjir Bandang, Warga Meratus Kabupaten HST Ini Berkemah di Tengah Hutan

Baca juga: Tiga Gunung di Meratus Hantakan HST Retak, Sumiati Tegaskan Bukan Salah Masyarakat Adat

Baca juga: Dikaitkan dengan Banjir di Kalsel, Konon Ada Kerajaan Gaib Di Pegunungan Meratus

“Saat kami pergoki, mereka ketakutan karena menebang di hutan lindung di wilayah kami,”kata Sahran kepada banjarmasinpost.co.id, Selasa (2/3/2021).  

Sahran dan warga Bayuana lainnya pun mengaku sangat geram, hutan lindung di wilayah mereka di tebangi. Padahal, mereka selama ini menjaganya, agar keseimbangan alam tidak terganggu.

Kayu yang sudah diolah di hutan Meratus, dan siap diturunkan.
Kayu yang sudah diolah di hutan Meratus, dan siap diturunkan. (Warga Pantai Mangkiling untuk BPost)

“Sejak 1986, waktu perusahaan hendak masuk ke sini, para orangtua kami sudah menentang. Sebab, selain hutan lindung, bagi masyarakat adat ini hutan keramat.

“Sekarang terbukti, banjir besar tak hanya melanda wilayah atas. Tapi juga sampai ke Kota Barabai dan kecamatan lainnya,”kata Sahran. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

CAPTION :

1.       Warga Bayuana dan Mangkiling anak Desa Datar Ajab saat memantau langsung aksi penebangan pohon secara liar di hutan lindung Meratus, KecamatanHantakan, Hulu Sungai Tengah Desember 2020 lalu. FOTO : Warga Pantai Mangkiling untuk Banjarmasin Post

2.      

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved