Breaking News:

Berita Banjarbaru

Gelar Sosialisi UU, Nurliani Sebut Penting Wujudkan dan Lestarikan Koleksi Karya

Dispersip Kalsel menggugah kesadaran penerbit, produsen karya rekam dan masyarakat menyerahkan Karya Cetak dan Karya Rekam lewat sosialisasi

Nurliani untuk BPost
Dispersip Kalsel akan gelar Sosialisasi UU No 13 Tahun 2018 di Rattan Inn Hotel Jalan A Yani Km 5,7 Banjarmasin, Kalimantan Selatan 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Di 2021, untuk ketiga kalinya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan akan kembali menggelar Sosialisasi UU No 13 Tahun 2018.

"Ini adalah salah satu agenda penting Dispesip Kalsel di tengah TMMD dan kegiatan lainnya," ungkap Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalimantan Selatan, Dra Hj Nurliani, MAP, Kamis (4/3/2021).

Kegiatan ini akan dilaksanakan 5 hingga 6 Maret 2021 di Rattan Inn Hotel Jalan A Yani Km 5,7 Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Nurliani menjelaskan, sebagai pengemban tugas, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan berkewajiban menggelar sosialisasi dalam rangka mewujudkan tugas untuk menghimpun karya cetak dan karya rekam yang selama ini belum terlaksana secara optimal.

Baca juga: Webinar Penyelamatan Arsip Akibat Bencana Akan Diadakan Dispersip Kalsel

Baca juga: Dukung TMMD 2021, Dispersip Kalsel Kerahkan Dua Per Tiga Armada Pusling dan Trail

Baca juga: Sepekan Ditawarkan Dispora Tala, Tiga Pihak Minati Kelola Kolam Renang Tirta Kenanga Pelaihari

"Sebab, selama ini belum tumbuhnya kesadaran dari penerbit, produsen karya rekam dan masyarakat untuk menyerahkan Karya Cetak dan Karya Rekam," imbuhnya.

Hal ini dikarenakan masih kurangnya pemahaman tentang pentingnya pelestarian hasil karya tersebut.

Dengan dilaksanakannya sosialisasi ini diharapkan bisa mencapai tujuan untuk mewujudkan koleksi nasional dan melestarikannya sebagai hasil kekayaan budaya bangsa terutama di daerah dalam menunjang pembangunan melalui pendidikan, penelitian serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Dan sekaligus untuk menyelamatkan karya cetak dan karya rekam dari bencana alam maupun dari perbuatan manusia," sambungnya.

Serah simpan karya cetak dan karya rekam ini haruslah menjadi bagian dari budaya yang harus diwujudkan, sehingga seluruh karya cetak dan karya rekam yang diterbitkan bisa disimpan dan dilestarikan agar kedepan dinikmati oleh generasi penerusnya ataupun anak cucu.

"Semoga denga sosialisasi yang akan diselenggarakan akan lebih menyadarkan pentingnya kegiatan ini dan melestarikannya," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Siti Bulkis)

Penulis: Siti Bulkis
Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved