Erupsi Gunung Merapi

Merapi Erupsi Lagi, Pagi Ini 5 Kali Muntahkan Guguran Lava Pijar

Gunung Merapi (2.968 mdpl) itu, terpantau memuntahkan lava pijar pagi ini (Senin, 22/3/2021).

ANTARA FOTO/HENDRA NURDIYANSYAH
Foto saat titik api diam terlihat dari lereng Gunung Merapi Desa Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (5/1/2020). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan Gunung Merapi telah mengalami fase erupsi. 

Editor : Anjar Wulandari

BANJARMASINPOST.CO.ID, YOGYA - Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas erupsi.

Gunung Merapi (2.968 mdpl) itu, terpantau memuntahkan lava pijar pagi ini (Senin, 22/3/2021).

Pantauan selama pukul 00.00-06.00 WIB, Gunung Merapi teramati memuntahkan 5 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.000 meter ke arah barat daya.

Dilansir dari Tribunjogja.com teramati 2 kali awan panas guguran Gunung Merapi dengan jarak luncur 1.300-1.500 m mengarah ke barat daya.

Baca juga: Melintas Tanpa Masker, 27 Pengendara Terjaring Operasi Yustisi di Jalan RTA Milono Palangkaraya

Baca juga: Akhirnya Ayu Ting Ting Cerita Sosok Pacar yang Bersamanya 4 Tahun, Bukan Adit Jayusman atau Enji

Baca juga: Hasil SNMPTN 2021 Diumumkan, Ini yang Harus Dilakukan Peserta Lolos dan yang Tak Lolos

"Teramati 2 kali awan panas guguran dengan jarak luncur 1.300-1.500 m mengarah ke barat daya. Gunung jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati," ujar petugas pengamat Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Heru Suparwaka, Senin (22/3/2021).

Heru melanjutkan, secara meteorologi, cuaca Gunung Merapi berawan, mendung, dan hujan.

Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara 14-21 °C, kelembaban udara 75-96 persen, dan tekanan udara 565-700 mmHg. Volume curah hujan 3 mm per hari.

Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pada 26 Februari 2021 pukul 04.39 WIB. Tercatat di seismogram dengan amplitudo 55mm, durasi 130detik, tinggi kolom ttidak teramati karena visual Gunung Merapi berkabut, estimasi jarak luncur -+1500 m ke arah barat daya
Foto saat terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pada 26 Februari 2021 pukul 04.39 WIB. Tercatat di seismogram dengan amplitudo 55mm, durasi 130detik, tinggi kolom ttidak teramati karena visual Gunung Merapi berkabut, estimasi jarak luncur -+1500 m ke arah barat daya (Twitter/@BPPTKG)

Sementara, aktivitas kegempaan yang terjadi pada periode tersebut antara lain 2 kali awan panas guguran dengan amplitudo 40-48 mm dan durasi 134-150 detik, 35 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-37 mm dan durasi 10-99 detik, serta 3 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2-3 mm, S-P 0.3-0.4 detik, dan durasi 5-6 detik.

Heru menjelaskan, pada periode sebelumnya, Minggu (21/3/2021) pukul 18.00-24.00 WIB, teramati 4 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.200 m ke arah barat daya.

Pada periode ini, gunung jelas, kabut 0-I, hingga kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati.

Selanjutnya, secara meteorologi, cuaca berawan. Angin bertiup lemah ke arah timur laut dan timur. Suhu udara 14-20 °C, kelembaban udara 70-95 persen, dan tekanan udara 626-699 mmHg.

Kegempaan yang terjadi pada periode ini di antaranya 29 kali gempa guguran dengan amplitudo3-22 mm, dan durasi 11-82 detik, 1 gempa hembusan dengan amplitudo 4 mm dan durasi 19 detik, serta 3 gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2-4 mm, S-P 0.3-0.5 detik, dan durasi 6-8 detik.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida menyampaikan, Gunung Merapi sampai saat ini masih berstatus siaga (level III).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved