Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Dinas Tanaman Pangan Kalsel Akan Bantu Petani Jeruk yang Terdampak Banjir

Pihak DTPH Kalsel menganggarkan bibit jeruk per batang Rp 15.000, dengan alokasi sekitar Rp 10 miliar, untuk bantu petani yang terdampak banjir.

BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD TABRI
Sugiarto, petani jeruk, memperlihatkan kondisi daun jeruk yang mulai menguning akibat batang pohonnya lama terendam banjir, di Desa Karang Indah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (12/2/2021). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Petani Jeruk yang terdampak banjir, diusahakan pihak Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kalimantan Selatan ( DTPH Kalsel ) mendapat bantuan.

Hal itu sebagaimana dikatakan Kepala DTPH Kalsel, Syamsir Rahman, sehubungan lahan perkebunan jeruk seluas 4.662 hektare  rusak akibat bencana banjir. 

"Kami menganggarkan bibit jeruk per batang Rp 15.000, dengan alokasi sekitar Rp 10 miliar. Alokasi sebanyak itu juga untuk selain jeruk, karena juga ada bibit lain. Namun yang jelas, tanaman hortikultura," katanya, Rabu (24/3/2021).

Rusak dan gagal panen jeruk tersebut menyebabkan produksi jeruk Siam Banjar anjlok. Bahkan dilaporkan dengan kerugian diperkirakan lebih Rp 100 miliar. 

Baca juga: Disnakertrans Kalsel Segera Panggil Sejumlah Manajemen Perusahaan Tindaklanjuti Keluhan Buruh

Baca juga: Datangi Disnakertrans, Begini Tuntutan Buruh dan Pekerja FSPMI Kalsel

"Selain tanaman pangan padi, banjir juga menyebabkan ribuan hektare areal tanaman hortikultura jeruk rusak. Terbanyak terjadi di Kabupaten Barito Kuala (Batola)," ujarnya. 

Areal pertanian jeruk yang rusak akibat banjir seluas 4.662 hektare atau sekitar 30 persen dari luas pertanian jeruk di Kalsel seluas 12.000 hektare. Kerusakan terparah terjadi di Kabupaten Batola yaitu 3.185 hektare.

Sentra jeruk Siam Banjar di Kalsel berada di Kabupaten Batola dan Banjar, dengan produksi pertahun sekitar 110 ribu ton.

Jeruk Siam Banjar ini sebagian besar dipasok untuk keperluan industri minuman hingga ke Pulau Jawa.

Baca juga: Telan Anggaran Belasan Miliar untuk PSU Pilgub Kalsel 2020, DPRD Minta Segera Selesaikan Hitungan

Sementara itu, Sodikun, seorang petani jeruk di Desa Danda Jaya, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Batola,  mengatakan, banjir yang berlangsung lebih satu bulan tidak hanya menyebabkan gagal panen, tetapi juga matinya pohon jeruk.

(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved