Penangkapan Terduga Teroris

Sosok Komplotan Terduga Teroris di Tangerang, Pengemudi Ojol Suka Main Ketapel

Kepolisian menangkap terduga teroris berinisial ZA (37), BS (43), AJ (46), dan HH (56) Senin (29/3/2021). Keempatnya ditangkap di 4 tempat berbeda.

Tayang:
Editor: M.Risman Noor
Tribunnews/Irwan Rismawan
Anggota Densus 88 membawa terduga teroris dari Makassar setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (4/2/2021). Sebanyak 26 orang terduga teroris yaitu 19 orang dari Makassar dan 7 orang dari Gorontalo yang tergabung dalam Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh Densus 88. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Perburuan terduga teroris terus dilakukan pihak kepolisian.

Baru-baru ini, kepolisian menangkap terduga teroris berinisial ZA (37), BS (43), AJ (46), dan HH (56) pada Senin (29/3/2021).

Keempat orang tersebut ditangkap di lokasi yang berbeda-beda. Satu di antaranya, yakni AJ, ditangkap di kompleks kontrakan Griya NMN, Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

Penangkapan AJ berdasarkan hasil pengembangan dari terduga pelaku ZA dan HH yang lebih dulu ditangkap.

Baca juga: CVR Black Box Sriwijaya Air SJ-182 Berhasil Didapat, Siang Ini Dirilis Resmi Soal Penemuan

Baca juga: 5 Bom Siap Pakai Disita dari Rumah Terduga Teroris di Condet dan Bekasi

"AJ ini diamankan di daerah Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Selasa (30/3/2021).

Tak Terlihat Mencurigakan Polisi pun kini tengah mendalami dugaan keterlibatan sekaligus peran AJ dalam aksi terorisme yang dituduhkan kepadanya.

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri melakukan penggeledahan kediaman terduga teroris di Jalan Raya Cikarang-Cibarusah, Desa Sukasari, Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Senin (29/3/2021).
Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri melakukan penggeledahan kediaman terduga teroris di Jalan Raya Cikarang-Cibarusah, Desa Sukasari, Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Senin (29/3/2021). (Muhammad Azam/Wartakota)

Penangkapan AJ atas dugaan keterlibatan aksi terorisme cukup mengejutkan masyarakat di kawasan Griya NMN.

Pasalnya, para tetangga maupun pengurus lingkungan mengaku tak pernah menaruh curiga terhadap AJ dan keluarganya.

Ditangkap di kontrakan Irma (52), seorang warga yang rumahnya persis bersebelahan dengan AJ, menceritakan, polisi datang dan membawa terduga teroris pada Senin pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

"Senin kemarin, jam 10.00-an. Jadi saya di dalam pas keluar sudah ramai polisi," ujar Irma kepada Kompas.com, Selasa. 

Saat ditangkap, AJ berada di dalam rumah kontrakannya bersama istri dan dua anaknya. Namun, kata Irma, hanya AJ yang digelandang petugas dari kediamannya. Istri dan dua anaknya tetap tinggal di kontrakan tersebut.

Baca juga: Ledakan Terdengar dari Rumah Terduga Teroris Bekasi, Polisi Tangkap Pemilik Bom

"Beliau (AJ) aja yang dibawa. Istri sama anaknya enggak. Dia juga kan tinggal bareng istri sama anak. Yang satu kerja, yang satu lagi kelas 3 SD," ujar Irma.

Berprofesi Ojol Polisi juga menggeledah rumah kontrakan AJ dan terlihat membawa sejumlah barang dari lokasi penangkapan. Irma tidak mengetahui secara pasti barang-barang apa saja yang diamankan polisi.

"Kemarin sudah digeledah juga rumahnya. Semalam polisi juga datang lagi, semalam nanya-nanya. Kalau hari ini (Selasa) belum ada lagi," kata dia.

AJ bekerja sebagai ojol dan hobi main katapel Ketua RT 002 RW 001 Kelurahan Cirendeu Edi Supandi menjelaskan, AJ sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online (ojol).

Dia kerap berkeliling mencari penumpang hingga pulang larut malam bahkan dini hari.

"Ya kami tahu, kami pahami ya dia (AJ) ojol. Tapi kan enggak tahu, bisa saja dia keliling ngalong," ujar Edi saat diwawancara, Selasa. Baca juga: Terduga Teroris AJ yang Ditangkap di Ciputat Timur Disebut Gemar Bermain Katapel Selain bekerja sebagai ojol, kata Edi, AJ juga dikenal warga sebagai sosok yang gemar bermain katapel.

Baca juga: Aksi Teroris di Aceh Digagalkan, Densus 88 Temukan Buku Kajian ISIS

Dia (AJ) memang hobi main katapel. Malah gabung perkumpulan," kata Edi.

Terduga teroris itu diketahui aktif berkegiatan bersama komunitas pemain katapel di kawasan Situ Gitung, Tangerang Selatan.

"Lokasinya enggak salah di Situ Gintung itu perkumpulannya, tapi gimana-gimana dia di sana ya enggak tahu," ungkapnya.

Berjiwa sosial dan tak terlihat mencurigakan 

Edi mengaku tak pernah mencurigai aktivitas sehari-hari yang dilakukannya AJ.

Selama ini, kata Edi, AJ dan istrinya juga dikenal sebagai sosok yang ramah dan kerap berinteraksi dengan warga.

"Ya kami enggak nyangka. Dia orangnya baik banget. Jiwa sosialnya juga bisa dibilang tinggi. Istrinya juga sopanlah," kata Edi.

Baca juga: Peranan Terduga Teroris di Aceh Didalami, Turut Terlibat Kasus Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan

Hal senada juga diungkapkan Irma yang selama ini bertetangga dengan AJ.

Irma mengatakan, sudah hampir dua tahun AJ beserta istri dan dua anaknya tinggal di kompleks kontrakan Griya NMN.

Namun, tidak ada aktivitas mencurigakan selama AJ tinggal di kontrakannya sampai akhirnya ditangkap Senin lalu.

"Orang di sini juga enggak curiga, baik di lingkungan, suka bercanda. Sudah hampir dua tahunan," ungkap Irma.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul sosok-terduga-teroris-aj-yang-ditangkap-di-ciputat-timur-pengemudi-ojol

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved