Ramadhan 2021

KIAT Puasa Aman Bagi Penderita Penyakit Jantung Saat Ramadhan 2021

Ramadhan 2021 sebentar lagi. Bagi orang dengan masalah kesehatan tertentu seperti penyakit jantung (kardiovaskuler), puasa harus penuh pertimbangan

Tayang:
SHUTTERSTOCK
ilustrasi detak jantung.KIAT Puasa Aman Bagi Penderita Penyakit Jantung Saat Ramadhan 2021 

Editor : Anjar Wulandari

BANJARMASINPOST.CO.ID -Ramadhan 2021 atau Ramadhan 1442 H tahun ini segera tiba. Semua umat Islam menyambut sukacita datangnya bulan suci ini.

Di bulan ini, umat Islam juga diwajibkan berpuasa 1 bulan penuh, bagi yang mampu.

Lalu, bagaimana dengan para penderita penyakit jantung yang punya riwayat penyakit jantung? apakah masih aman melaksanakan puasa Ramadhan 1442 Hijriah tahun ini?

Diketahui, bagi orang dengan masalah kesehatan tertentu seperti penyakit jantung (kardiovaskuler), puasa harus penuh pertimbangan; antara manfaat dan efek samping yang mungkin terjadi.

Sebab puasa membuat Anda tidak makan dan minum sekitar 13 jam.

Baca juga: JADWAL Imsakiyah Puasa Ramadhan 2021 Khusus Wilayah Jawa Barat, Dilengkapi Niat dan Doa Buka Puasa

Baca juga: JADWAL Puasa Ramadhan 2021 Sebentar Lagi Dimulai, Simak Jumlah Air Putih Disarankan Usai Sahur

Pada pasien penyakit jantung, hal ini bisa mengganggu rutinitas minum obat harian yang diresepkan dokter.

Padahal, pasien diwajibkan minum obat secara rutin untuk mencegah kekambuhan gejala penyakit jantung, seperti nyeri dan sesak napas.

Pasien gagal jantung misalnya, jika tidak minum obat secara teratur, kondisinya akan semakin memburuk.

Oleh karena itu, pasien penyakit kardiovaskular ini harus minta persetujuan dokter yang menangani kondisinya lebih dahulu.

Ilustrasi penyakit jantung koroner atau arteri koroner.
Ilustrasi penyakit jantung koroner atau arteri koroner. (kompas.com)

Dokter akan memeriksa kondisi fisik pasien terlebih dahulu.

Jika dokter memberikan lampu hijau, penderita penyakit jantung boleh untuk menjalankan puasa.

Dokter biasanya mengizinkan pasien untuk berpuasa, ketika kondisi tubuh pasien stabil dan dosis obat masih bisa diminum di waktu sahur dan berbuka, yakni 1 atau 2 kali sehari.

Lalu, bagaimana dengan pasien yang minum obat 3 kali sehari?

Studi yang dimuat pada Avicenna Journal of Medicine, menyebutkan bahwa dokter akan mengubah formulasi obat menjadi satu kali dosis.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved