BTalk

BTalk, Begini Trik Ajari Anak Berpuasa Menurut Psikolog dari UMB Kalsel

Dosen Fakultas Psikologi UM Kalsel, Fikrie, imbau orangtua ajak anak berpuasa dengan memberi contoh dan memberi penghargaan berupa kata-kata.

Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Fikrie SPsi MSi, saat di acara BTalk menjelaskan tentang trik mengajak anak kecil untuk mau berpuasa saat Ramadhan, Sabtu (3/4/2021) sore. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sebagai seorang muslim, salah satu kewajiban yang merupakan rukun Islam adalah berpuasa di bulan Ramadhan. Lantas, bagaimana mengajarkan anak mau berpuasa dengan nyaman dan ikhlas?

Ya, mengajarkan anak berpuasa terutama usia balita atau pra sekolah memang perlu, namun ada trik tersendiri agar mereka paham tentang puasa Ramadhan. 

Bagaimana trik tersebut, Fikrie SPsi MSi, dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin,  Kalimantan Selatan, menjelaskannya di acara BTalk, Sabtu (3/4/2021) sore.

Pada acara yang dipandu Rendy Nicko Ramandha, jurnalis Banjarmasin Post, dipaparkan Fikrie bahwa trik itu berupa pendekatan yang baik agar anak tidak merasa dipaksa, terkekang karena disuruh oleh orang dewasa untuk berpuasa. 

Baca juga: Pj Gubernur Kalsel Sebut Jumlah Peserta MTQ ke-33 yang Terpapar Covid-19

Baca juga: Pj Gubernur Tunda Pembukan MTQ ke-33 Tingkat Provinsi Kalsel di Kabupten Tanbu

"Jangan diberi punishment atau hukuman, sebab usia mereka lebih memerlukan kasih sayang. Apalagi puasa bagi anak balita atau pra sekolah itu hanya sekedar pengenalan yang nantinya menjadi pembiasaan," paparnya. 

Lanjut Fikrie, ada berbagai cara mengenalkan apa itu puasa dengan bahasa yang dipahami anak. Dalam menerapkan trik ini orangtua harus sabar. 

"Pertama, kenalkan apa itu puasa dengan memberikan pemahaman. Bukan pengenalan secara abstrak tapi secara konkret, artinya puasa itu menahan lapar, haus dan tidak boleh marah, berkata kasar," jelasnya. 

Kedua, sampaikan hikmah puasa. Salah satunya, kondisi fakir yang kesusahan mencari makan. Nah, dengan berpuasa, maka bisa merasakan kondisi mereka, ini akan melatih empati.

Baca juga: Wabah Corona Kalsel, Dinkes Banjarmasin Berencana Mendatangkan Belasan Alat GeNose C19

"Ketiga, berikan contoh kepada anak. Sebelum Ramadhan, hendaknya orangtua melaksanakan puasa sunah sehingga mengundang perhatian anak apa dan kenapa orangtuanya berpuasa," beber Fikrie. 

Keempat, lakukan puasa semampu anak saka, walaupun hanya puasa dua jam, tak masalah.

Tidak apa tidak sempurna, karena sekali lagi ini dalam rangka pengenalan. Tidak mesti menuntut harus seperti orang dewasa.

Apalagi, lanjut psikolog ini, fase usia 4-5 tahun masih dalam tahap perkembangan fisik, jadi biarkan ia berbuka tatkala sudah tak mampu lagi menahan has dan lapar.

Baca juga: Balamut, Seni Bertutur Kalsel yang Hampir Punah, sang Maestro Wafat, Penerusnya Kuliah ke Surabaya

Baca juga: Usai Tutup 3 TPS, Pemko Banjarmasin Rencanakan Tutup Tiga TPS Lagi

Kelima, berikan penghargaan, tapi bukan berupa materi. Berikan reward berupa pujian. Misal, anak mampu puasa sampai Maghrib, tunjukkan kekaguman kita atau dijanjikan akan disajikan makanan favorit saat berbuka. 

"Kalau penghargaan berupa materi dalam hal ini uang atau mainan, maka akan menyusahkan orangtua. Sebab harus beli lagi dan lagi. Belum lagi ketika anak menuntut hadiah berbeda, karena bosan dengan hadiah yang itu-itu saja," terang Fikrie. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved