Piala Menpora 2021

Hadapi Persija di Babak 8 Besar Piala Menpora 2021, Barito Putera Benahi Lini Pertahanan

Sektor pertahanan menjadi evaluasi besar Barito Putera dalam persiapan menuju laga kontra Persija Jakarta di fase 8 besar Piala Menpora 2021

Editor: M.Risman Noor
instagram/psbaritoputera
Pelatih Barito Putera Djadjang Nurdjaman (Djanur) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Menghadapi juara di grup B, Persija Jakarta bukan hal mudah untuk Barito Putera di babak 8 besar Piala Menpora 2021.

Tim berjuluk Laskar Antasari menjadi runner up  grup A akan melawan Kemayoran, Sabtu (10/4/2021).

Hasil evaluasi pelatih Barito Putera, Djajang Nurjaman, titik lemah ada di lini pertahanan.

Sektor pertahanan menjadi evaluasi besar Barito Putera dalam persiapan menuju laga kontra Persija Jakarta di fase 8 besar Piala Menpora 2021.

Baca juga: AC Milan Berminat Datangkan Sergio Aguero ke Liga Italia, Fikayo Tomori Akan Permanen dari Chelsea

Baca juga: Motivasi PSM Makin Bertambah Besar di Piala Menpora 2021, Tak Punya Strategi Khusus Lawan PSIS

Barito Putera selaku runner-up Grup A bakal menantang Persija, sang pemuncak Grup B, pada babak 8 besar alias perempat final Piala Menpora 2021, Sabtu (10/4/2021).

Pelatih Barito Putera Djajang Nurjaman kecewa atas kekalahan Barito Putera dari tamunya Bali United.
Pelatih Barito Putera Djajang Nurjaman kecewa atas kekalahan Barito Putera dari tamunya Bali United. (Capture Youtube BPost)

Pelatih Djajang Nurjaman mengakui banyaknya gol kebobolan yang tercipta selama babak penyisihan grup Piala Menpora 2021, jadi indikator rapuhnya lini belakang Laskar Antasari, julukan Barito Putera.

“Tentunya banyak kekurangan, kami masih kebobolan cukup banyak. Ada kemasukan 6 gol saya rasa dalam 3 pertandingan. Hasil yang kurang bagus. Itu yang akan diperbaiki dalam latihan berikut,” ujar pelatih yang biasa disapa Djanur tersebut.

Selama babak penyisihan Grup A Piala Menpora 2021, Barito Putera paling banyak kebobolan saat melawan PSIS Semarang (3 gol), disusul ketika bersua Tira Persikabo (2 gol), dan Arema FC (1 gol). Perinciannya, empat gol kebobolan Barito Putera terjadi babak pertama dan dua gol muncul pada interval kedua.

Menurut analisis Djajang Nurdjaman, masalah lini belakang ini diakibatkan oleh mepetnya waktu persiapan.

Baca juga: Masuk 8 Besar Piala Menpora 2021, Pasukan Persib Dipulangkan ke Bandung

Dengan kondisi fisik pemain saat ini, Djanur melihat pemain kepayahan bermain selama 90 menit penuh.

Taktik pertandingan pun tidak bisa berjalan secara penuh dan maksimal.

“Sekali lagi, kendala kami adalah di persiapan yang mepet. Wajarlah, hampir semua pemain tidak bisa konsisten di dua babak dalam 90 menit bermain seperti itu,” tutur sang pelatih asal Majalengka tersebut.

“Kondisi fisik kami, sering saya sampaikan baru di level 60-70 persen. Jadi, wajar tidak kuat di dua babak. Ada waktu sisa satu minggu lagi untuk memperbaiki,” katanya menambahkan.

Baca juga: Real Madrid vs Liverpool UCL Live SCTV, Batalnya Reuni Ramos - Salah & Perubahan Tim Pasca 2018

Beruntung bagi Barito Putera, rapuhnya lini belakang tim dimbangi dengan tingkat produktivitas gol yang cukup tinggi.

Tercatat, Rizky Pora dkk mencatatkan 7 gol di fase grup. Barito Putera sejauh ini merupakan tim kedua paling produktif di babak penyisihan grup Piala Menpora 2021.

Rizky Pora, kapten tim Barito Putera
Rizky Pora, kapten tim Barito Putera (IG @RIZKY PORA)
Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved