Berita Nasional

SeOn Lakukan Kunjungan ke Sekolah, Bantu Proses Pendidikan Lewat Platform Digital

Jelang satu tahun hadir sebagai platform digital yang mengakomodasi sistim manajemen sekolah, SeOn melakukan kunjungan ke sekolah

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Edi Nugroho
Foto Humas SeOn Indonesia
CEO SeOn Deka D Kartaji (kiri )menyerahkan secara simbolis apresiasi berupa voucher storage SeOn kepada Kepala Sekolah SMPN 66 Kebayoran Lama - Jakarta Selatan, Deti Andriarti 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jelang satu tahun hadir sebagai platform digital yang mengakomodasi sistim manajemen sekolah, SeOn melakukan kunjungan ke sekolah – sekolah yang telah memanfaatkan layanannya.

Memberikan nuansa baru dalam dunia pendidikan, SeOn ingin mendengarkan dan melihat secara langsung respon yang dirasakan oleh para pengguna.

Hal ini tak lain karena SeOn merupakan platform digital gratis pertama di Indonesia di sektor pendidikan yang mengintegrasikan seluruh aktifitas yang ada dalam lingkungan sekolah.

Mulai dari aktifitas belajar mengajar, aktifitas administrasi, aktifitas konseling, hingga kegiatan komunikasi dengan seluruh warga sekolah, mulai dari guru, siswa, pembina ekstrakulikuler, hingga wali murid.

“Penting bagi kami untuk mendengarkan secara langsung respon serta masukan dari pihak sekolah mengenai hasil penggunaan SeOn. Hampir setahun sejak diluncurkan, pengembangan di berbagai sisi masih terus kami lakukan demi makin maksimalnya manfaat SeOn bagi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan belajar-mengajar.” ujar Founder dan CEO SeOn Indonesia, Deka D. Kartaji, dalam rilis yang diterima Banjarmasinpost.co.id, Jumat (30/4/2021).

Baca juga: Kalselpedia, BPBD Tanahlaut Juni All Out Siaga Hadapi Karhutla

Baca juga: Jadi Ketum Partai Ummat, Ridho Rahmadi Mantu Amien Rais Kena Nyinyir, Begini Sosoknya

Baca juga: Bagian Organisasi Pemkab Kapuas Gelar Bimtek Evaluasi SAKIP

Baca juga: Keuntungan Man City Jelang Leg 2 Semifinal Liga Champion Lawan PSG, Guardiola Beberkan Rahasianya

Deka menjelaskan, rangkaian kunjungan yang dilakukan secara periodik ini juga sekaligus sebagai sarana untuk memberikan apresiasi kepada sekolah beserta warganya yang telah aktif menggunakan layanan SeOn.

Dalam periode kunjungan kali ini, 4 sekolah dari 502 sekolah di seluruh Indonesia yang telah bergabung dengan SeOn, mendapatkan kesempatan kunjungan dan menerima secara langsung berbagai hadiah sebagai bentuk apresiasi.

Sekolah – sekolah tersebut antara lain SMPN 66 Jakarta,SDN Samper Barat 01 Jakarta, SMPN 1 Parongpong Bandung Barat, dan SMPN 10 Cimahi. Penyerahan hadiah ini dimeriahkan juga oleh kehadiran artis Daan Aria dari grup P-Project.

Apresiasi ini merupakan bagian dari Customer Relationship Program, yang dinamakan SeOn Point, di mana setiap pengguna SeOn dapat mengumpulkan dan menukarkan poin dengan hadiah – hadiah yang telah disiapkan mulai dari voucher, tas, sepeda, smartphone, laptop, LED TV, kulkas hingga paket umroh.

Tidak hanya akun sekolah saja yang dapat menukarkan poin ke dalam bentuk hadiah, namun juga akun milik dari siswa, guru, hingga wali murid punya kesempatan yang sama untuk menikmati berbagai hadiah melalui program SeOn Points.

Poin tersebut merupakan reward dari tiap aktifitas yang dilakukan pemilik akun. Misalnya guru menuliskan soal di bank soal atau siswa mengerjakan tugas. Setiap aktifitas pengguna di platform SeOn akan mendapatkan poin. Harapannya, dengan skema reward ini , siswa makin semangat belajar, guru makin semangat mengajar, orang tua makin aktif terlibat, sehingga sekolah dapat secara optimal melaksanakan proses pendidikan.

“SeOn Point adalah bentuk apresiasi kepada para guru, siswa, dan orangtua yang sudah terlibat aktif dalam proses pembelajaran di sekolah. Kami berharap program ini bisa memotivasi seluruh warga sekolah agar tetap melanjutkan kerja keras dan ketulusan dalam memberikan pendidikan terbaik bagi para siswa dengan dukungan platform digital SeOn” ujar Deka lagi.

*Platform Digital Sebagai Kunci Transformasi Pendidikan Nasional

Sekolah merupakan salah satu komunitas yang terdampak dan mengalami pergeseran budaya serta tata cara, akibat pandemi COVID-19. Tidak hanya mekanisme belajar - mengajar yang dirubah menjadi daring, namun juga segala koordinasi baik antar guru maupun dengan wali murid yang sebelumnya dilakukan melalui pertemuan langsung, menjadi sangat terbatas. Perubahan - perubahan tersebut juga berdampak pada administrasi dan koordinasi di lingkungan sekolah yang mau tidak mau harus segera di transformasikan ke dalam basis digital agar lebih efektif dan efisien.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved