Breaking News:

Berita Banjarmasin

Waspada Gelombang Besar Covid-19 Terulang, Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan

Dalam dua bulan terakhir data perkembangan covid-19 di Kalsel terus meningkat, tanpa tren menurun.

Penulis: Muhammad Rahmadi
Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi
Ketua DPW PSI Kalsel Bro Ananta Agung Junaedy (kiri) bersama Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PSI, Giring Ganesha (kanan) 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dalam dua bulan terakhir data perkembangan covid-19 di Kalsel terus meningkat, tanpa tren menurun.

Hal itupun ternyata di sadari oleh DPW PSI Kalimantan Selatan, yang dinakhodai Bro Ananta Agung Junaedy atau lebih akrab disapa Bro Edy.

Bro Edy menyampaikan bahwa berdasarkan data Tim Pakar ULM Percepatan Penangan covid-19, per (14/3/2021), jumlah orang yang terkonfirmasi covid-19 sudah mencapai 2.241 kasus.

Kenaikan itu jelas Bro Edy naik dua kali lipat dari Januari 2021, yang hanya 1.128 kasus, sementara yang terbaru pada Jumat (7/5/2021), jumlah orang yang positif sebanyak 33.464, dengan jumlah kematian sebanyak 961, dan sembuh berjumlah 30.854 orang.

Baca juga: Wabah Corona Kalteng, Prokes Pengendara di Jalan Tjilik Riwut Palangkaraya-Kasongan Dipantau

Baca juga: Wabah Corona Kalsel, Karyawan Hotel dan Resto di Banjarbaru Jalani Vaksin Covid-19

"Meski begitu, tetap saja ini terus menjadi konsen kita bersama, untuk terus melakukan kewaspadaan dan himbauan-himbauan bahaya gelombang covid-19 yang kedua di Banua kita," katanya. Sabtu (8/5/2021).

Lanjut Bro Edy mengatakan, hampir semua Provinsi di Indonesia mengalami penurunan angka rata-rata kasus harian. Kendati demikian penurunan angka tidak terjadi di Kalimantan Selatan.

Yang lebih mengejutkan menurutnya, adanya varian bari dari virus covid-19, yang berasal dari India. Di Indonesia sendiri ada tiga orang yang terdeteksi, salah satunya yaitu di Kalimantan Selatan.

Kembali Bro Edy menjelaskan virus varian baru itu menurutnya sangat cepat menular, dan telah mengahantam India yang berpenduduk hampir 1,4 miliar.

"Sekarang tahap yang sangat mengkhawatirkan, tanpa terlihat sedikitpun adanya akhir krisis kematian sampai saat ini," ujarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved