Breaking News:

Berita Batola

Satgas Yanlik Batola Sidak RSUD Abdul Azis, Pantau Pelayanan Kesehatan

Satgas Pelayanan Publik Batola meninjau RSUD H Abdul Azis Marabahan untuk memastikan pelayanan kesehatan di rumah sakit itu

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Hari Widodo
Prokopimda Batola untuk Bpost
H Rahmadian Noor, wakil Bupati Batola, bersama satuan tugas pelayanan publik saat melakukan sidak di RSUD ABdul Aziz Marabahan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Satuan Tugas Pelayanan Publik Kabupaten Barito Kuala meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Abdul Azis Marabahan, Senin (30/05/2021) pagi.

Kunjungan dipimpin langsung Wakil Bupati, H Rahmadian Noor, selaku Ketua Satgas bersama sejumlah pejabat lainnya. 

"Untuk hari ini kita melakukan peninjauan di rumah sakit untuk melihat sejauh mana pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat," papar Rahmadian usai memeriksa beberapa bagian fasilitas dan layanan yang tersedia. 

Tidak sekedar memantau, kehadiran Satgas juga untuk mengevaluasi apakah pelayanan yang diberikan telah memenuhi standar minimal dan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Baca juga: Satu Dokter Terpapar Covid-19, Ruang Operasi RSUD Abdul Aziz di Batola Ditutup Sementara

Baca juga: Pasien Covid-19 Kosong, Ruang Teratai RSUD Abdul Aziz Marabahan Kembali Difungsikan untuk Umum

"Jika terdapat kekurangan-kekurangan tentunya kita minta rumah sakit untuk membenahi dan melengkapi," tambah wabup. 

Adapun dari hasil sidak yang dilaksanakan, Satgas membukukan beberapa catatan, untuk dilakukan perbaikan dan pembenahan. Baik menyangkut pelayanan maupun sarana yang terdapat di RSUD H Abdul Azis Marabahan. 

Pelayanan contohnya, satgas melihat terjadinya penumpukan di bagian pendaftaran yang nampaknya membutuhkan strategi untuk bisa lebih cepat. 

Selain itu, belum terdapat petugas pengarah ke ruang tunggu yang sudah dipersiapkan sehingga pendaftar tertumpuk di koridor. 

Baca juga: Dinyatakan Aman, IGD RSUD Abdul Aziz Marabahan Kalsel Dibuka, Pelayanan Kembali Normal

Terkait sarana, ketua satgas menilai baik ruang tunggu maupun ruang pendaftaran terlihat agak sempit. Sebagai solusinya, sebutnya, seluruh kantor manajemen akan dipindahkan ke ruangan baru dan ruang manajemen yang ada dijadikan tempat pungut layanan poli.

Di kesempatan peninjauan ini wabup juga menyinggung keberadaan IGD. Ia menekankan para petugas supaya memberikan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan status dan keberadaan. (banjarmasinpost.comid/muhammad tabri) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved