Breaking News:

Berita Tanahlaut

Produsen Bata Ringan di Tala Dikeluhkan Timbulkan Aroma Tak Sedap, Dinas LH Langsung Merespons

Dinas Lingkungan Hidup Tala merespons keluhan warga yang mencium aroma tidak sedap dari limbah produsen bata ringan di Batibati

Penulis: Idda Royani | Editor: Eka Dinayanti
H ADI RAHMANI UNTUK BPOST GROUP
Pihak DPRKPLH bersama pihak terkait meninjau dan melihat dari dekat penanganan persoalan lingkungan di pabrik PT SNI, beberapa waktu lalu. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Aktivitas perusahaan produsen bata ringan dan papan partisi PT Sinar Nusantara Industries (SNI) di Desa Lianggang, Kecamatan Batibati, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), kembali dikeluhkan warga sekitar.

Keluhan tersebut juga mulai ramai dibahas warganet di akun grup Facebook (FB) Tanah Laut Dalam Berita, merespons status (narasi) yang dibikin akun FB Suparno pada 2 Juni 2021.

Kepada yg terhormat dinas yg terkait, pencemaran lingkungan, tolong ditindak lanjuti bau limbah pabrik pt SNI (Nusa board, citicon) sangat menyengat ke hidung bikin pusing kepala, sampe kapan warga kompleks multi madya merasakan derita ini, mohon pemerintah daerah tanah laut perhatikan derita masyarakatnya, masalah ini udah bertahun tahun dan nggak ada kejelasanya, jangan sampe warga hilang kesabaranya.

Beragam komentar pun bermunculan.

Intinya mengharapkan instansi terkaot segera turun tangan menyikapi/menangani persoalan tersebut.

Baca juga: Kebakaran Kalsel, PMI Tanahlaut Salurkan Perlengkapan Dapur ke Warga Terkena Musibah

Baca juga: Jalan Tembus Tala-Banjar Dirintis, DPRD Tegaskan Dukungan dan Siap Support

Dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Tala H Adi Rahmani mengatakan pihaknya telah dan sedang menangani persoalan tersebut.

"Sejak ada pengaduan masyarakat berkenaan dampak debu, asap, dan bau (2018), kami dari DPRKPLH melakukan pengawasan dan pembinaan lingkungan terhadap PT SNI. Termasuk teguran pemerintah terhadap dampak yang ditimbulkan," jelas Adi, Minggu (6/6/2021).

Dikatakannya, upaya-upaya pengelolaan lingkungan terus dilakukan PT SNI untuk mengelola debu, bau, dan asap boiler yang timbul dari kegiatan produksi pabrik.

Penanganan yang telah dilakukan seperti peninggian pagar keliling, penanaman pohon, penyiraman debu, perbaikan cerobong, dan perbaikan sistem instalasi pengelolaan limbah cair.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved