Breaking News:

Ekonomi dan bisnis

Tak Kuat Lagi Sewa Toko, Pedagang di Banjarmasin Beralih Buka Lapak Kaki Lima

Terdampak pandemi covid-19, pedagag di Banjarmasin tak mampu bayar sewa toko. Mereka terpaksa buka lapak kaki lima

Penulis: Salmah
Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
Yana menggelar dagangannya di kaki lima pasar malam, Rabu (9/6/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pandemi Covid-19 membuat sejumlah usaha terpuruk. Daya beli masyarakat menurun sehingga banyak pelaku usaha yang harus putar otak dan tak sedikit yang gulung tikar, meski masih ada yang bertahan walau harus merubah konsep jualan. 

Merubah konsep itu antara lain yang dari awalnya berjualan di toko, kemudian harus beralih buka lapak di kaki lima. Mau tak mau harus begitu, supaya asap dapur tetap mengepul. 

Sebagaimana Surya, pedagang konveksi antara lain pakaian dalam, sebelumnya ia berjualan di sebuah toko di pusat perbelanjaan, Banjarmasin. Kini ia menggelar dagang di sejumlah pasar kaget atau pasar malam. 

"Awalnya bantu saudara menjaga tokonya, setelah punya modal, kami beranikan sewa toko. Beberapa waktu alhamdulillah ada kemajuan. Sampai bisa beli mobil bekas untuk angkut barang dagangan dari rumah ke toko," ceritanya. 

Baca juga: Lapak Jualan Diangkut Petugas Gabungan, PKL Pasar Pelaihari Hanya Pasrah

Baca juga: Berjualan di Atas Drainase, PKL di KM 23 Lianganggang Banjarbaru Ditertibkan Satpol PP

Baca juga: Pasca 21 Lapak PKL Pasar Batuah Terbakar, PD Pasar Bauntung Batuah Sebut Kerugian Pedagang

Saat pandemi covid-19 melanda, pasar tak lagi ramai. Pengunjung pasar lebih mengutarakan belanja kebutuhan dapur daripada pakaian apalagi pakaian dalam. 

"Sewa toko tetap harus dibayar. Sementara pemasukan tak sebanyak dulu. Pelan tapi pasti, kami kewalahan kejar target untuk bayar sewa dan kebutuhan rumah tangga," tukasnya. 

Akhirnya, Surya sepakat dengan istrinya, tak lagi melanjutkan sewa toko. Ia pun mengemasi dagangan, diangkut ke rumah dan mulai jualan online.

Namun itu tak cukup memberi pemasukan, ia pun menyiapkan gerobak untuk jualan di kaki lima. 

"Online tetap istri yang layani. Saya jualan di pasar-pasar malam. Tiap hari ada jadwal, jadi sorenya pakai sepeda motor menarik gerobak menuju lokasi pasar hari itu," tukas Surya yang terpaksa menjual mobil untuk menutup kebutuhan hidup dan menambah modal. 

Memang melelahkan, namun Surya terus berusaha setiap sore menuju pasar malam. Apalagi barang yang ia jual berangsur ramai dibeli pengunjung pasar malam. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved