Kim Jong Un Larang KPop

Kim Jong Un Anggap K-Pop Ibarat Kanker Ganas : Korut Bakal Hancur

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyebut K-Pop sebagai "kanker ganas" yang menggerogoti negaranya.

Tayang:
Editor: M.Risman Noor
net
Kim Jong Un. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Demam K-Pop melanda dunia. Bahkan hingga ke Korea Utara yang sekarang Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un melarang warganya menonton K-Pop.

Kim Jong Un beranggapan K-Pop sebagai "kanker ganas" yang menggerogoti negaranya.

Melalui media pemerintah, Kim menyatakan generasi muda negaranya meniru kebudayaan tetangga sekaligus musuh bebuyutannya, Korea Selatan.

Bagi yang melawan perintah Kim Jong Un maka akan diancam dibunuh.

Baca juga: Daftar Formasi CPNS dan PPPK 2021 di Berbagai Instansi, Termasuk Pemprov dan Kabupaten

Baca juga: Viral di Media Sosial Gerbong Khusus Sepeda di Kereta Api Indonesia, Sumatera Lebih Dulu

Menurut Kim, gaya rambut, gaya berbicara, cara berpakaian, dan perilaku anak muda Korut "teracuni" Korea Selatan.

Kocaknya grup K-Pop Secret Number jogetan pakai lagu 'Nestapa' Haerudang.
Kocaknya grup K-Pop Secret Number jogetan pakai lagu 'Nestapa' Haerudang. (Instagram @secretnumber.official)

Dilansir kompas.com dengan judul kim-jong-un-sebut-k-pop-sebagai-kanker-ganas-yang-menggerogoti-negaranya, Kim Jong Un menekankan, jika mereka membiarkan kondisi ini berlanjut, Korea Utara bakal hancur seperti "tembok yang lembab".

Setelah memenangkan fans di seluruh dunia, kultur pop Korsel, termasuk K-Pop, memasuki "rintangan terakhir": Korea Utara.

Karena perkembangannya mulai pesat, rezim Kim bertindak dengan mencanangkan perang terhadap kultur budaya "Negeri Ginseng". 

Dilansir New York Times Jumat (11/6/2021), rezim Kim menganggap budaya tersebut "anti-sosialis dan non-sosialis".

Bahkan, pekan lalu muncul kabar seorang pria ditembak mati di hadapan umum karena menjual film asal Korsel.

Pengetatan itu terjadi ketika ekonomi Korut begitu terpuruk, baik karena sanksi Barat maupun pandemi virus corona.

Jung Gwang Il, pembelot Korut yang mengelola penyelundupan K-Pop mengungkapkan, rezim Kim harus memasukkan ideologinya ke anak-anak muda.

Baca juga: Usai Jabat Kepala BNPB, Doni Monardo Kini Jabat Komisaris Utama PT Inalum

"Generasi saat ini berpikir tak berutang apa pun kepada Kim Jong Un. Jadi, dia harus mengontrol ideologi jika tak ingin kekuasaan keluarganya runtuh," kata dia.

Propaganda Pyongyang sendiri sejak lama mendeskripsikan Korea Selatan sebagai "neraka yang diisi para pengemis".

Melalui K-drama (drakor dalam istilah Indonesia), warga Korut mengetahui seperti apa realitas negaranya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved