Breaking News:

Bumi Murakata

Batas Wilayah Disepakati, Bupati HST-Sekda Kotabaru Tandatangan di Depan Pj Gubernur Kalsel    

Bupati Hulu Sungai Tengah H Aulia Oktafiandi dan Bupati Kotabaru akhirnya menandatangani kesepakatan batas wilayah yang selama ini menjadi sengketa

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
Prokompim HST
Penandatanganan batas wilayah HST-Kotabaru Kamis (17/6/2021) oleh Bupati HST dan Sekda HST di saksikan Gubernur Kalsel di Aula Kantor Pemprov Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI-Bupati Hulu Sungai Tengah H Aulia Oktafiandi dan Bupati Kotabaru akhirnya menandatangani kesepakatan batas wilayah yang selama ini menjadi sengketa. Penandatanganan dilakukan Kamis (17/6/2021) di hadapan Pj Gubernur Kalsel Safrizal di Aula Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru.

Untuk Pemkab Kotabaru, penandatanganan diwakil Sekda H Said AKhmad. Pemkab HST, melalui press rilisnya menjelaskan, sebelum penandatangan, dilakukan rapat percepatan penanganan batas daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah-Kabupaten Kotabaru dipimpin Gubernur Kalsel. Rapat tersebut berjalan alot diwarnai adu argument kedua belah pihak.

Adapun batas yang menjadi sengketa berada di wilayah Pegunungan Meratus Kecamatan Batangalai Timur yaitu Mangga Jaya Desa Aing Bantai HST dan Desa Buluh Kuning Kecamatan Sungai Durian, Kotabaru. Perbatasan tersebut berada di kawasan hutan lindung di kaki pegunungan Meratus, dimana seluas 34 ribu hektare yang selama ini masuk ke wilayah Kabupaten Kotabaru.

“Kami cuma minta wilayah ditarik garis lurus sehingga dua anak desa yang ada di situ terakomodir jadi satu wilayah,” ujar Bupati HST Aulia Oktafiandi. Pj Gubernur Kalsel, Safrizal pun menengahi. Menurutnya, masalah batas wilayah cukup berat diselesaikan sehingga memerlukan kebijakan, dan kelapangan hati menerimanya.

“Saya harapkan kedua belah pihak sama-sama memahami. Kita ambil jalan tengah, 11 ribu hektar masuk dilayah HST, saya kira ini keputusan yang cukup adil,” kata Safrizal. Keputusan itupun akhirnya diterima dengan lapang dada. Kesepakatan ditandai penandatanganan Berita acara kesepakatan oleh Bupati HST dengan Sekda Kotabaru, yang mewakili Bupati Kotabaru.

Sebelum penantanganan batas wilayah, dilaksanakan rapat dipimpin Gubernur Kalsel Safrizal, Kamis (17/6/2021).
Sebelum penantanganan batas wilayah, dilaksanakan rapat dipimpin Gubernur Kalsel Safrizal, Kamis (17/6/2021). (Prokompim HST)

Menurut Gubernur, kesepakatan ini menjadi dasar pembuatan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) yang rencananya dikeluarkan pada Juli 2021 mendatang. Sementara, menanggapi pembagian wilayah yang menjadi sengketa tersebut, Bupati HST menyatakan, awalnya meminta separuhnya atau 17 hektare masuk HST.

“Tapi  Pemprov Kalsel membijaksanai hanya memberi 11 ribu hektare. Sebagai bagian dari NKRI, kita terima, dan berkomitmen terhadap kesepakatan yang telah dibuat,”katanya usai prosespenandatanganan kesepakatan batas daerah tersebut. (AOL)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved