Btalk
BTalk :Ternyata Ibadah Kurban Ada Sejak Nabi Adam
Selama ini orang mengira sejarah berkurban ada sejak di masa Nabi Ibrahim AS. Ternyata ibadah qurban itu sudah ada sejak zaman Nabi Adam SAW.
Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID - Selama ini orang mengira sejarah berkurban ada sejak di masa Nabi Ibrahim AS. Ternyata ibadah qurban itu sudah ada sejak zaman Nabi Adam SAW.
Hal itu dikemukan ustadz H Abdul Karim, S. Ag acara BTalk Religi yang dipandu Host jurnalis Banjarmasin Post, Kamardi, Kamis (24/6/2021).
Menurut penyuluh Agama Islam Kemenag Banjarbaru ini, sejarah kurban tidak hanya terjadi pada zaman Nabi Ibrahim.
"Berkurban terbagi menjadi tiga masa, yaitu pada zaman Nabi Adam AS, zaman Nabi Ibrahim AS, dan zaman Nabi Muhammad SAW," ucapnya.
Baca juga: Hari Raya Idul Adha 1442 H Tahun 2021, Permintaan Hewan Kurban Diprediksi Naik 10 Persen.
Baca juga: Hari Raya Kurban 2021, Superqurban Rumah Zakat Kalsel Targetkan 12 sapi dan 38 Kambing Program
Pada zaman Nabi Adam AS, kurban dilaksanakan oleh putra-putranya, yaitu Qabil dan Habil.
Saat itu kurban dilakukan bermula dari masalah perebutan calon istri.
Qabil mengeluarkan kurban dari hasil pertaniannya, dipilihlah buah-buahan yang sudah jelek-jelek. Sedangkan Habil mengeluarkan kurban dari hasil peternakannya, dipilihlah hewan-hewan yang gemuk dan sehat.
Kurban Habil yang kemudian diterima oleh Allah SWT karena niatnya yang tulus dan ikhlas. Sedangkan Qabil mengeluarkan sebagian hartanya dengan terpaksa.
Hal itu tersirat dalam Surah Al-Maidah ayat 27, sebagaimana Allah berfirman, “Ceritakanlah mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!”. Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa."
Selanjutnya, di zaman Nabi Ibrahim AS. Ketika itu Nabi Ibrahim AS mendapat perintah dari Allah SWT untuk menyembelih putra kesayanganya, Nabi Ismail AS. Tentu perintah ini menjadi ujian yang amat berat. Nabi Ibrahim AS kemudian membicarakan persoalan ini dengan Nabi Ismail AS.
Dengan keteguhan hati Nabi Ismail AS berkata: “Wahai bapakku kerjakanlah apa yang telah diperintahkan kepadamu, Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang bersabar,” (QS. Ash Shaffaat: 102).
Tatkala Nabi Ibrahim AS membaringkan Nabi Ismail AS di Jabal Kurban kemudian Allah SWT menggantinya dengan seekor kibas atau domba.
Di zaman Nabi Muhammad SAW, Kurban menjadi salah satu ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Nabi Muhammad SAW selalu berkurban setiap tahun, mulai dari kambing hingga puluhan ekor unta. Nabi Muhammad SAW melakukan kurban pada saat melaksanakan Haji Wada di Mina.
Kala itu Rasulullah SAW menyembelih 100 ekor unta, 63 ekor disembelih dengan tangannya sendiri dan sisanya disembelih oleh Ali bin Abu Thalib. Keseluruhan hewan kurban tersebut disembelih setelah salat Idul Adha dilaksanakan.
Ditambahkan Abdul Karim, ada pun hewan yang boleh dikorbankan yakni unta, sapi, kerbau dan kambing.
"Kalau kambing tidak boleh urunan atau satu orang saja satu kambing, sedangkan kerbau atau sapi maksimal 7 orang yang urunan," paparnya.
Ada pun ada empat jenis hewan yang tidak boleh dikorbankan, jelas dia, yakni buta mata sebelah atau cacat, sakit atau jelas sakitnya, pincang dan sangat kurus.
Ada pun pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, kata Abdul Karim, setelah salat Idhul Adha sampai akhir taqriq atau empat hari.
"Kurban tak hanya dibagikan kepada masyarakat miskin, juga dibolehkan diserahkan ke tetangga kiri kanan, walau orang kaya," ucapnya.
Baca juga: Waktu Tepat Menyembelih Hewan Kurban Idul Adha 2021, Empat Hari Mulai Usai Shalat Ied
Ditambahkan dia, masyarakat yang berkurban disaat pandemi, akan mendapat pahala lebih besar.
"Di tengah kondisi masa sulit, orang tersebut masih mau berkorban. Berarti keteguhan menjalankan perintah Allah untuk berkurban sangat kuat," tegasnya.
Dikesempatan itu, H Abdul Karim pun menjelaskan berkurban tidak bisa digabung dengan akikah.
"Akikah kan menebuskan gadai kelahirsn anak kita, sedangkan qurban merupakan upayakan kita pendekatan diri kepada Allah," tegasnya. (banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/acara-btalk-religi-dengan-nara-sumber-ustadz-h-abdul-karim-s-ag.jpg)